BUKITTINGGI, METRO—Polresta Bukittinggi mencatat terjadinya kenaikan kasus kriminalitas dan narkotika psikotropika bahan adiktif (narkoba) sepanjang 2025, sementara angka kecelakaan lalu lintas menurun dibanding tahun 2024.
Hal itu disampaikan Kapolresta Bukittinggi, Kombes. Pol Ruly Indra Wijayanto saat menggelar Press Release akhir tahun 2025 bersama puluhan awak media di Mapolresta Bukittinggi, Rabu (31/12).
“Kasus kriminal tercatat sebanyak 359 kasus, angka ini naik dari tahun 2024 sebanyak 294 kasus. Untuk penyelesaiannya 239 kasus, juga naik dari sebelumnya yang hanya 208,” kata Kapolresta.
Kasus menonjol terjadi pada penganiayaan berat, pencurian dengan pemberatan, penggelapan, cabul dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Sementara untuk kasus narkoba, juga terjadi kenaikan kasus yang ditangani Polresta Bukittinggi sebanyak 94 kasus, naik dibanding 74 kasus di 2024.
“Sebanyak 69 kasus narkoba itu sudah ditangani, tersangka berhasil diamankan 123 orang bersama barang bukti ganja total seberat 22.118,36 gram, sabu-sabu seberat 591,58 gram dan 57,5 butir ekstasi,” kata Kapolresta.
Kombes Pol Rully Indra Wijayanto, mengungkapkan bahwa saat ini jumlah personel yang dimiliki Polresta Bukittinggi hanya 459 orang, sementara jumlah ideal yang dibutuhkan mencapai 1.236 personel. Artinya, terdapat kekurangan personel hingga 62,86 persen.
“Keterbatasan personel tidak menjadi penghalang bagi kami untuk tetap memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Kapolresta.
Hal tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan berbagai operasi kepolisian yang berhasil menciptakan situasi kamtibmas yang relatif kondusif.
Sepanjang 2025, Polresta Bukittinggi yang memiliki wilayah kerja di Kota Bukittinggi dan sebagian Kabupaten Agam menggelar 11 kegiatan operasi termasuk operasi keselamatan, Pekat, Ketupat, Antik (narkoba), Patuh, Jaran Singgalang dan lainnya.
“Selain penanganan kasus, para personil juga diterjunkan untuk penanganan bencana alam, keamanan menjadi tanggung jawab bersama,” kata Kapolresta.
Di kasus kecelakaan lalu lintas di 2025, terjadi penurunan kejadian dari 196 kasus sebelumnya di 2024 menjadi 193 di 2025, korban meninggal juga turun dari 39 ke 35 jiwa. (pry)















