AGAM/BUKITTINGGI

Bupati Kunjungi Lokasi Sumber Banjir Bandang di Kelok 28 Matur, Antisipasi Potensi Bencana Susulan

1
×

Bupati Kunjungi Lokasi Sumber Banjir Bandang di Kelok 28 Matur, Antisipasi Potensi Bencana Susulan

Sebarkan artikel ini
LOKASI SUMBER BANJIR BANDANG— Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah meninjau langsung lokasi sumber banjir bandang Batang Aia Muaro Pisang yang berada di kawasan Kelok 28, Kecamatan Matur, Rabu (31/12).

AGAM, METRO–Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah meninjau langsung lokasi sumber banjir bandang Batang Aia Muaro Pisang yang berada di kawasan Kelok 28, Kecamatan Matur, Rabu (31/12).

Peninjauan ini dilakukan sebagai upaya untuk memastikan kondisi lapa­ngan serta langkah antisipasi terhadap potensi bencana banjir bandang susu­lan.

Sesampainya di lokasi, Bupati Benni Warlis melihat secara langsung kondisi bukit yang mengalami longsor. Material longsoran tersebut menimpa dan menutupi aliran hulu Batang Aia Muaro Pisang, sehingga menghambat aliran air dan meningkatkan risiko terjadinya banjir bandang.

Baca Juga  Pemuda Sitapuang Gelar Pentas Seni Anak Nagari

Bupati Agam me­nyam­paikan, masih terdapat kemungkinan terjadinya banjir bandang susulan apabila curah hujan kem­bali tinggi.

Hal ini disebabkan kon­­disi bukit yang masih labil dan berpotensi mengalami longsor kembali, sementara material longsoran belum sepenuhnya terbuka dari aliran sungai.

Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait serta pihak teknis lainnya guna melakukan pemantauan dan pe­ngecekan secara menyeluruh di lokasi tersebut.

Langkah ini penting dilakukan agar dapat dirumuskan solusi serta tindakan penanganan yang tepat. “Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir risiko terjadinya banjir bandang susulan dan menjaga keselamatan ma­sya­rakat yang berada di sekitar aliran Batang Aia Muaro Pisang,” ujar Bupati Benni Warlis.

Baca Juga  Wako Pariaman Lepas Tim TP PKK Ikuti Jambore PKK Berprestasi di Agam

Ia berharap, dengan pemantauan intensif dan penanganan yang ter­koordinasi, potensi bencana dapat ditekan serta dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir. (pry)