Ketika bencana galodo melanda sejumlah nagari di Sumatera Barat, keluarga besar Bank Indonesia bergerak cepat menunjukkan kepedulian. Melalui sinergi keluarga besar Bank Indonesia Sumatera Barat, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI), Persatuan Isteri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI), dan dukungan keluarga besar BI dari berbagai wilayah, bantuan berupa pangan, imun kit, sarung, selimut, dan kebutuhan darurat disalurkan ke posko-posko dan kawasan terdampaki.
Bantuan Peduli Bencana juga diserahkan oleh Kepala KPwBI sekaligus Ketua BMPD Sumbar kepada PMI dan sinergi bersama BPBD, BMPD, Lemabaga kemanusiaan/sosial lainnya untuk distribusi ke titik-titik yang memerlukan pertolongan cepat. Langkah BI Sumbar ini mencerminkan nilai bahwa pembangunan nagari tidak hanya melalui program, tetapi juga melalui empati dan kebersamaan.
“Duduk samo randah, tagak samo tinggi; sakik samo mula, alun samo diraso,” menjadi cermin bahwa Bank Indonesia hadir sebagai bagian dari masyarakat nagari yang ikut merasakan dan membantu memulihkan keadaan.
Di samping itu, Bank Indonesia terus memperkuat masa depan nagari melalui Beasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI). Tahun 2025, beasiswa diberikan kepada mahasiswa S1, D3, dan D4 di delapan perguruan tinggi di Sumatera Barat—350 mahasiswa pada semester I dan 181 mahasiswa pada semester II. Melalui komunitas GenBI, para penerima dibekali berbagai program pengembangan seperti Leader Insight, Capacity Building, pelatihan penulisan, dan Inspire Talks, membentuk mereka menjadi Frontliners, Change Agents, dan Future Leaders.
Sejalan dengan pepatah Minang,”Tinggi tampak dari dasar, pandai tampak dari ajaran,” beasiswa ini diharapkan menjadi dasar kokoh bagi generasi muda untuk melangkah lebih jauh dan kelak kembali mengabdi bagi negeri.
BI Sumbar terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui percepatan sertifikasi halal, pembiayaan syariah, pengembangan industri kreatif syariah, dan digitalisasi wakaf. Di Universitas Andalas, peluncuran/kick off Zona Kuliner Aman Halal dan Sehat pada 28 April 2025 menghasilkan 12 UMKM tersertifikasi halal.
Sinergi bersama MUI, Satgas Halal Sumbar, dan berbagai pemda mendorong perluasan Zona KHAS di Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, serta kawasan perguruan tinggi. Pada sisi pembiayaan, business matching pada Sumbar Creative Economy Festival 2025 membuka akses pembiayaan syariah bagi 24 UMKM melalui Bank Nagari.
Di sektor industri kreatif syariah, dua UMKM Sumbar yang lolos kurasi IKRA 2025 mendapatkan eksposur melalui showcase regional hingga ISEF 2025, festival ekonomi syariah terbesar di Indonesia yang digelar di Jakarta pada 8–12 Oktober 2025, dengan partisipasi lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan berbagai forum internasional yang memperluas jejaring global pelaku usaha syariah. Penguatan wakaf produktif dilakukan melalui implementasi wakaf digital Satu Wakaf, bekerja sama dengan Ponpes Ar-Risalah untuk pengembangan
Wakaf Perkebunan Melon, dengan total penghimpunan wakaf publik lebih dari Rp 100 juta hingga November 2025. Upaya ini menegaskan bahwa penguatan ekonomi syariah tumbuh melalui kolaborasi, pendampingan, dan komitmen bersama. Seperti pepatah Minang, “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjing,” kemajuan akan tercapai ketika semua unsur berjalan seiring membangun ekonomi nagari.(*)






