PADANG, METRO–Menjawab krisis kesehatan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) khusus di Kabupaten Agam pada November 2025 lalu, Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang (FK UNP) bergerak cepat melalui program Sumbar Peduli 3-in-1.
Aksi kemanusiaan ini difokuskan pada daerah terkena bencana di Sumbar, khususnya di Nagari Sungai Landia dan Sungai Batang, Maninjau, Malalo, dengan memberikan pelayanan kesehatan terpadu bagi warga terdampak.
Program yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini mengusung tiga misi utama yaitu, pelayanan kesehatan dasar, trauma healing, serta distribusi sembako dan hygiene kit.
Sinergi Lintas Institusi
Dekan FK UNP, Dr. dr. Rika Susanti, Sp.FM Subsp EM(K), menegaskan, kegiatan ini implementasi visi FK UNP mencetak dokter yang unggul di bidang Manajemen Risiko Kesehatan Bencana. “Kami tidak hanya fokus pada pengobatan fisik, tetapi juga mitigasi risiko kesehatan jangka panjang akibat bencana,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, FK UNP berkolaborasi dengan FK Universitas Muhammadiyah (UM), FK Baiturrahmah, serta Program Studi Psikologi UNP.
Aksi Nyata di Lapangan
Rangkaian kegiatan dimulai akhir Desember 2025 dengan capaian sebagai berikut. Sungai Batang (21 Desember 2025), tim medis spesialis (THT, Kulit, Paru, dan Obgyn) melayani 38 pasien kesehatan dasar dan 71 anak dalam sesi trauma healing.
Sungai Landia (23 Desember 2025) sebanyak 180 pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dan lebih dari 100 anak mengikuti program pemulihan psikologis melalui aktivitas kreatif dari tim Psikologi UNP.
Solusi Sanitasi (25 Desember 2025) mengingat rusaknya infrastruktur air bersih, tim menyerahkan bantuan pipa HDPE, alat ultrafiltrasi, dan pompa air di Jorong Ranah dan Kampuang Ateh untuk memulihkan akses air steril.
Dukungan Puskesmas (29 Desember 2025), penyaluran alat kesehatan dan obat-obatan ke Puskesmas IV Koto guna memperkuat stok medis yang menipis.















