METRO SUMBAR

Gubernur Resmikan Penggunaan Gedung Baru MUI Sumbar, Rumah Bersama Umat Islam, Tempat Musyawarah Lahirkan Gagasan Keumatan

0
×

Gubernur Resmikan Penggunaan Gedung Baru MUI Sumbar, Rumah Bersama Umat Islam, Tempat Musyawarah Lahirkan Gagasan Keumatan

Sebarkan artikel ini
PEMAKAIAN GEDUNG BARU— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menekan tombol peresmian pemakaian gedung baru Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumbar di Kawasan Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Senin (29/12).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meresmikan pemakaian gedung baru Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sumbar di Kawasan Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Senin (29/12).  Menurut Gubernur, peresmian ini menjadi pe­nan­da penguatan peran MUI sebagai pusat pelayanan umat, pusat kajian keislaman, sekaligus ruang konsolidasi moral masya­ra­kat di Sumbar.

Ia menyebut, kehadiran gedung baru MUI tidak sekadar menghadirkan ba­ngu­nan fisik, tetapi menjadi simbol kebangkitan peran ulama dalam membimbing umat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. “Gedung ini bukan hanya sekadar bangunan fisik, tapi merupakan rumah musyawarah umat, pusat penguatan nilai keislaman, dan tempat lahirnya pandangan keagamaan yang menye­jukkan serta mempersatukan,” ujar Mahyeldi.

Ia menyampaikan, pem­­­bangunan Gedung MUI merupakan buah dari sinergi dan kerja bersama antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Sinergi ter­sebut, menurutnya, men­jadi fondasi penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis, religius, dan ber­ke­a­daban di Sumbar.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Pusat, Buya Anwar Abas menegaskan pentingnya persatuan antara MUI dan berbagai organisasi kemasyarakatan Islam dalam menghadapi tantangan umat dan menjaga keutuhan bangsa.

“Umat Islam akan men­jadi kuat jika para ulama dan organisasi-organisasi Islam bersatu, saling menghormati, dan bekerja sama untuk kepentingan bersama,” ujar Buya Anwar Abas.

Ketua MUI Sumbar, Buya Gusrizal Gazahar menyampaikan gedung MUI Sumbar yang mengusung filosofi adat Minangkabau Tigo Tungku Sajarangan bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol sinergi antara ulama, ninik mamak, dan cadiak pandai dalam membangun umat dan daerah.

Ia berharap gedung tersebut menjadi rumah bersama bagi umat Islam, tempat bermusyawarah, berdialog, serta melahirkan gagasan-gagasan keumatan yang menyejukkan dan bermanfaat bagi ma­syarakat luas. “Ini bukan sekadar kantor, tetapi pusat gerakan dakwah dan pengabdian untuk umat Sumatera Barat,” ungkap Buya Gusrizal

Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi melaporkan mengenai proses pembangunan gedung MUI Sumbar.

Menurutnya, itu dida­sari oleh meningkatnya tugas dan fungsi MUI dalam penguatan akidah, akhlak, kegiatan sosial-keagamaan, serta penguatan moderasi beragama. “Ini merupakan Komitmen Pemprov Sumbar untuk mendukung peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah da­lam pembinaan umat,” jelas Arry

Menurut Arry, gedung ini dirancang untuk Kantor Sekretariat MUI. Dimana didalamnya terdapat ruang rapat dan komisi, ruang pelatihan, ruang layanan umat dan konsultasi, serta ruang arsip dan fasilitas pendukung lainnya, dengan total luas ±1800 m2, yang terdiri dari 6 lantai.

Pemprov Sumbar berharap dengan hadirnya gedung ini, dapat meningkatkan efektivitas pelayanan MUI kepada umat, memperkuat koordinasi ulama, pemerintah, dan ma­sya­rakat dan menjadi pusat kajian, edukasi, dan pembinaan keagamaan. “Semoga kehadiran gedung ini menjadi cahaya petunjuk, penguat iman, dan sumber semangat kebersamaan untuk membangun Sumatera Barat yang kita cintai,” tutupnya.

Dalam acara peresmian tersebut hadir juga Gubernur Sumbar Periode 2005–2009, Gamawan Fauzi; Ketua DPRD Sumbar atau yang mewakili, Forkopimda Sumbar, Pengurus MUI Kabupaten/ Kota se-Sumbar, pimpinan OPD dan Instansi Vertikal, Pimpinan BUMN/ BUMD Sumbar, Pimpinan Ormas Islam Sumbar, ninik mamak, bundo kanduang, alim- ulama, cadiak pandai dan undangan lainnya. (fan)