TANAH DATAR, METRO—Warga Jorong Subarang, Nagari Koto Baru, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di jalan setapak pinggir sawah, Senin (29/12) sekitar pukul 14.00 WIB.
Korban diketahui bernama Suardi (62), seorang petani yang berdomisili di Jorong Koto Tinggi, Nagari Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Padang Panjang.
Kapolsek X Koto, Iptu Rahmad Dedi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia mengatakan, informasi awal diterima dari warga setempat yang kemudian segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian bersama unsur terkait.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan,” ujar Iptu Rahmad Dedi kepada awak media.
Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, korban tengah berada di jalan setapak di pinggir sawah bersama seorang saksi bernama Jujum (55).
Tiba-tiba, keduanya dikejar oleh segerombolan serangga jenis tawon. Dalam upaya menyelamatkan diri, korban dan saksi berlari ke arah yang berbeda untuk menghindari sengatan.
Sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang warga setempat bernama Iis Wardana menemukan korban sudah tergeletak di jalan setapak dalam posisi terlentang. Saat diperiksa, korban diduga telah meninggal dunia.
Penemuan tersebut kemudian disampaikan kepada warga lainnya dan diteruskan ke pihak kepolisian, tenaga kesehatan, serta Pemerintah Nagari Koto Baru untuk penanganan lebih lanjut.
Sekira pukul 14.10 WIB, personel Polsek X Koto dan Polres Padang Panjang tiba di lokasi kejadian. Selain itu, tenaga medis dari Puskesmas X Koto I serta aparat Pemerintah Nagari Koto Baru turut hadir untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah proses awal di lokasi selesai, jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas X Koto I sekitar pukul 15.15 WIB untuk dilakukan visum luar dan identifikasi medis.
Dokter Puskesmas X Koto I, dr. Yani Handayani, menyampaikan bahwa hasil visum luar tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Namun, kami menemukan banyak bekas sengatan tawon di sejumlah bagian tubuh korban. Di bagian wajah terdapat lebih dari 20 bekas sengatan, begitu juga di leher, punggung, dan kedua lengan,” jelas dr. Yani saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, saat pemeriksaan dilakukan, pihak medis bahkan masih menemukan beberapa ekor tawon yang melekat di bagian dalam pakaian korban.
Lebih lanjut, Kapolsek X Koto menyebutkan bahwa pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi. Setelah pemeriksaan medis selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga dan dibawa ke rumah duka di Nagari Pandai Sikek dengan pendampingan Wali Nagari setempat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di area persawahan, terutama yang rawan terdapat sarang tawon, guna menghindari kejadian serupa terulang kembali. (ant)






