PADANG, METRO—Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus bergerak untuk memastikan warga terdampak bencana dapat segera kembali memiliki hunian tetap.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran pada saat mengikuti kegiatan Senam Massal Gebyar KORMI di Lapangan Tugu Apeksi Balaikota Aie Pacah, Minggu (28/12).
Pada kesempatan itu, Fadly Amran menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan atau recovery pascabencana.
Dia menyebut bahwa dalam waktu dekat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman akan datang ke Kota Padang dan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan hunian tetap bagi korban terdampak bencana.
“Kita akan melakukan pembangunan sebanyak 250 unit rumah bagi masyarakat terdampak,” kata Fadly Amran.
Diakuinya, jumlah itu masih di bawah kebutuhan, yaitu sebanyak 350 rumah. Untuk itu, ia pun membuka ruang bagi para perantau dan masyarakat yang ingin berkontribusi dalam membantu pembangunan.
“Pemerintah akan membantu menyediakan lahan demi percepatan pembangunan rumah tersebut,” ujarnya.
Dalam pembangunan hunian tetap untuk korban bencana ini, Pemko Padang menyiapkan lahan hingga 3,5 hektare yang tersebar di tiga titik, yaitu di Kecamatan Koto Tangah di Bumi Perkemahan di Air Dingin, Balai Gadang. Kemudian di Desaku Menanti di Air Dingin, Balai Gadang, serta di belakang Kantor Camat Koto Tangah.
Untuk saat ini, sebagian korban yang kehilangan rumah akibat bencana di Kota Padang telah menempati Hunian sementara (Huntara) di Rumah Khusus, Kecamatan Koto Tangah.
Diketahui, akibat bencana banjir bandang pada 27 November lalu, sampai saat ini terdapat 658 Kepala Keluarga (KK) masih mengungsi. Dari jumlah itu, sebanyak 93 KK dengan 365 jiwa ditempatkan pada di Huntara. Selebihnya melaksanakan hunian sementara mandiri. Ada yang di rumah keluarga dan ada yang juga menyewa dan tentu harapannya adalah mereka akan bisa mendapatkan dana tunggu hunian.
Bencana yang melanda Kota Padang disebutnya juga mengakibatkan kerusakan irigasi yang mengakibatkan 4.140 hektare sawah tidak bisa digarap. Tidak hanya itu, sebanyak 9 jembatan juga rusak dan beberapa sekolah mengalami rusak berat. (*/ren)






