AGAM/BUKITTINGGI

Korban Tanah Bergerak di Aia Angek Limapuluh Kota, 60 Unit Huntara Mulai Dibangun

0
×

Korban Tanah Bergerak di Aia Angek Limapuluh Kota, 60 Unit Huntara Mulai Dibangun

Sebarkan artikel ini
PEMBANGUNAN HUNTARA—Pascamusibah tanah bergerak di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten .50 Kota, kini rumah hunian sementara (huntara) sebanyak 60 unit telah mulai dibangun di atas 1 hektare.

KOTO TINGGI, METROSatu bulan pasca mu­sibah tanah bergerak di Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupa­ten . 50 Kota, kini rumah hunian sementara (hun­tara) sebanyak 60 unit telah mulai dibangun di atas 1 hektare lahan bagi warga terdampak. Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha yang datang ke lokasi pembangunan huntara, Sabtu (27/12) menyebut 60 unit huntara dibangun di atas lahan pemberian ma­sya­rakat seluas 1 hektar me­lalui Dt. Juang. Rumah huntara dibangun menggunakan dana pemerintah.

Wabup Lima Puluh Ko­ta, Ahlul Badrito Resha berkunjung ke lokasi pembagunan huntara di Jor­ong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi didampingi tokoh masyarakat setempat Dt. Juang dan Kepala Jorong Aia Angek, Sabtu (27/12).

Wabup Rito berharap Huntara selesai dibangun di Bulan Januari, sehingga masyarakat yang kini tinggal di pengungsian bisa segera pindah ke huntara. “Lahan ini adalah pemberian dari masyarakat me­lalui Datuak Juang,” kata Wabup Rito. Selain tanah seluas 1 hektar untuk lokasi huntara, masyarakat juga menyumbangkan lagi tanah seluas 500 meter untuk pembangunan mu­shalla. Diharapkan pem­bangunan huntara bisa sejalan dengan mushalla. “Ketika huntara selesai, mushalla juga selesai. Sehingga bisa digunakan oleh warga huntara di Bulan Ramadhan 1447 H,” sebut Wabup.

Hanya saja dana pembangunan mushalla tidak termasuk dalam dana ban­tuan yang dialokasikan pemerintah pusat. Mushalla itu dibangun secara swadana dan swadaya oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Lima Puluh Kota dan Baznas Lima Puluh Kota. Bagi masyarakat yang ingin berdonasi untuk pembangunan Mu­shalla Huntara, bisa melalui Baznas Lima Puluh Kota. “Semua proses trans­pa­ran, dan dipertanggungjawabkan,” kata Wabup Rito didampingi Dt. Juang dan Kepala Jorong Aia Angek.

Baca Juga  PKK Rakor Bahas Persiapan Bazaar Ramadhan

Pada bagian lain, tokoh masyarakat Jorong Aia Angek, Widra Efendi me­ngatakan lokasi pemba­ngunan huntara berjarak sekitar 1 km dari pemukiman warga yang menga­lami fenomena tanah ber­g­erak. Lokasi itu dekat de­ngan kawasan Monumen Nasional PDRI yang juga berada di Jorong Aia Angek.

“Huntara dibangun di dekat jalan menuju kawasan Monumen Nasional PDRI. Tanah itu seluas 1 hektar itu di­sumbangkan oleh ma­syarakat,” kata Widra yang rumah orang tuanya juga mengalami kerusakan akibat feno­mena tanah bergerak yang terjadi, Kamis 27 November 2025 itu. (uus/rel)