AGAM, METRO–Bupati Agam, Benni Warlis, mendampingi Direktur Jenderal Perumahan Pedesaan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Fitrah Nur, serta Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasco Ruseimy, meninjau lokasi rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana galodo di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (27/12).
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus menilai kesesuaian lokasi yang direncanakan sebagai kawasan permukiman baru bagi masyarakat yang rumahnya mengalami rusak berat akibat bencana galodo.
Dalam kunjungan itu, rombongan melihat langsung kondisi lahan yang diusulkan serta mempertimbangkan aspek keamanan, aksesibilitas, dan kelayakan lingkungan. Lokasi tersebut dinilai strategis, relatif aman dari ancaman bencana lanjutan, serta mampu mendukung keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi warga terdampak.
Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat serta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terhadap percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam. Menurutnya, pembangunan hunian tetap menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat agar dapat kembali hidup dengan aman dan bermartabat.
“Pembangunan hunian tetap ini menjadi harapan besar bagi masyarakat terdampak agar dapat kembali menjalani kehidupan yang layak dan aman. Pemerintah Kabupaten Agam siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi demi kelancaran seluruh tahapan pelaksanaannya,” ujar Benni Warlis.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen penuh mendukung pembangunan Huntap, mulai dari penyediaan lahan, percepatan perizinan, hingga pendampingan kepada masyarakat calon penerima hunian.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Pedesaan Kementerian PUPR, Fitrah Nur, menjelaskan bahwa peninjauan lapangan merupakan bagian dari tahapan awal perencanaan pembangunan Huntap. Hal ini dilakukan agar pembangunan nantinya sesuai dengan standar teknis, aspek keselamatan, serta kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
“Hunian yang dibangun harus memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan, sehingga benar-benar menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat pascabencana,” jelasnya.
Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten berharap pembangunan Huntap di Kecamatan Palembayan dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya pemulihan dan penataan kembali kawasan terdampak galodo di Kabupaten Agam. (pry)





