BUKITTINGGI, METRO–Kota Bukittinggi menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-41 tingkat Provinsi Sumatera Barat. Berstatus sebagai tuan rumah, Bukittinggi berhasil menempati peringkat ketiga dari 19 kabupaten/kota se-Sumbar dan berhak menerima apresiasi berupa bonus total Rp1 miliar dari Pemerintah Kota Bukittinggi untuk seluruh kafilah.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, pengurus masjid, pelatih, official, hingga para kafilah. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi pencapaian bersejarah setelah 32 tahun Bukittinggi menanti kesempatan menjadi tuan rumah MTQ tingkat provinsi.
“Terima kasih kepada seluruh panitia, pengurus masjid, kafilah, official, dan semua pihak terkait. MTQ ini sudah 32 tahun kita tunggu sebagai tuan rumah. Meski banyak tantangan, MTQN ke-41 tetap berjalan lancar, sukses, dan hasilnya pun luar biasa bagi Bukittinggi,” ujar Ramlan, Sabtu (27/12).
Sebagai bentuk penghargaan, Pemko Bukittinggi menyiapkan bonus bagi para pemenang lomba. Kafilah peraih juara pertama menerima bonus masing-masing Rp35 juta, juara kedua Rp15 juta, juara ketiga Rp10 juta, harapan satu Rp5 juta, harapan dua Rp4 juta, dan harapan tiga Rp3 juta.
Selain untuk peserta, apresiasi juga diberikan kepada para pelatih. Pelatih kafilah peraih juara pertama memperoleh bonus Rp20 juta, pelatih juara kedua Rp10 juta, dan pelatih juara ketiga Rp5 juta.
Pada MTQN ke-41 ini, Bukittinggi mengutus 69 kafilah yang bertanding pada 11 cabang lomba dengan 32 golongan. Selama empat hari pelaksanaan, kafilah Bukittinggi berhasil meraih 10 juara pertama, 8 juara kedua, 11 juara ketiga, 4 harapan satu, 1 harapan dua, dan 9 harapan tiga.
Wali Kota Ramlan menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari pembinaan yang berkelanjutan serta kerja keras para pelatih dan official. Ia berharap prestasi ini dapat terus dikembangkan dan minimal dipertahankan pada MTQ berikutnya.
“Yang terpenting bagi kami adalah implementasi pembinaan. Peran pelatih dan official sangat menentukan. Ke depan, prestasi ini harus terus dikembangkan, atau minimal bisa dipertahankan,” katanya.
Selain prestasi, Ramlan juga menilai pelaksanaan MTQN ke-41 memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Bukittinggi. Ia menyebut, pertumbuhan ekonomi daerah kembali meningkat hingga menyentuh angka 4 persen, setelah sebelumnya sempat menurun akibat bencana hidrometeorologi.
Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Eri Iswandi, menyatakan bahwa Bukittinggi sukses besar sebagai tuan rumah MTQN ke-41 tingkat Sumbar. Ia menyebut prestasi yang diraih kafilah sebagai hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Dari 69 kafilah yang diutus, 51 di antaranya berhasil meraih peringkat. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh pihak. Motivasi yang terus diberikan oleh Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota menjadi penyemangat bagi kafilah,” ujarnya.
Dengan raihan total 229 poin, Bukittinggi menempati posisi ketiga, berada di bawah Kabupaten Limapuluh Kota sebagai juara umum dan Kota Padang di peringkat kedua. Capaian ini dinilai sangat luar biasa, mengingat pada MTQN ke-40 di Solok Selatan dua tahun lalu, Bukittinggi masih berada di posisi ketujuh. (pry)





