BERITA UTAMA

Banjir Bandang Terjang Maninjau, Puluhan Rumah Terendam, Akses Lubuk Basung-Bukittinggi Lumpuh Total

5
×

Banjir Bandang Terjang Maninjau, Puluhan Rumah Terendam, Akses Lubuk Basung-Bukittinggi Lumpuh Total

Sebarkan artikel ini
GALODO— Banjir bandang atau galodo kembali menerjang kawasan Maninjau tepatnya di sekitar Jembatan Muaro Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Kamis (25/12). Kejadian ini mengakibatkan akses Lubuk Basung-Bukittinggi lumpuh total.

AGAM, METROBanjir bandang kembali melanda kawasan Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (25/12) siang. Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak siang hari, menyebabkan Sungai Batang Muaro Pisang meluap.

Luapan sungai membawa air bercampur lumpur, bebatuan, kayu, serta material longsor yang menerjang permukiman warga. Akibatnya, puluhan rumah di Jorong Pasar, Nagari Maninjau, terendam banjir. Sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko yang le bih besar.

Tak hanya merendam rumah warga, banjir bandang juga berdampak pada akses jalan utama yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi. Material lumpur dan bebatuan menutup badan jalan, me­nyebabkan arus lalu lintas terputus sejak sore hari.

Camat Tanjung Raya, Al Hafid, mengatakan banjir bandang tersebut me­ngakibatkan sejumlah ba­ngunan di sepanjang aliran Sungai Batang Aia Pisang mengalami kerusakan. Meski demikian, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa.

Baca Juga  Ditangkap di Pinggir Jalan, Pengedar Tak Sadar Jual Sabu ke Polisi Menyamar

“Air disertai material lumpur berbatuan menerjang puluhan rumah di Jorong Pasar Maninjau, termasuk jalan penghu­bung Lubuk Basung–Bukittinggi. Untuk rumah yang mengalami kerusakan ma­sih dalam pendataan,” ujar Al Hafid.

Ia menambahkan, intensitas hujan yang masih tinggi membuat potensi banjir susulan tetap terbuka. Oleh karena itu, ma­syarakat diminta mening­katkan kewaspadaan, terutama warga yang bermukim di sekitar aliran sungai.

“Warga diimbau menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana serta se­gera mengamankan ba­rang-barang berharga apa­bila debit air kembali meningkat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Agam, Roza Syafdefianti, menyampaikan bahwa banjir terjadi sekitar pukul 14.11 WIB di kawasan Sungai Muaro Pisang. Dalam rekaman video yang diterima, tampak material longsor berupa batu, kayu, dan lumpur memenuhi aliran sungai hingga meluap ke jalan.

Baca Juga  Silaturahmi dengan Jurnalis Solok, Audy Joinaldy Bulatkan Tekad Menangkan Pilgub Sumbar

Hingga Kamis sore, akses kendaraan dari Bukittinggi menuju Lubuk Basung masih terputus. Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material yang menumpuk, terutama di sekitar Jembatan Muaro Pisang.

Diketahui, sejak akhir November 2025, kawasan Maninjau telah berulang kali dilanda banjir bandang. Salah satu penyebabnya adalah longsor di bagian hulu sungai, tepatnya di kawasan Kelok 28, yang membuat alur Sungai Batang Aia Pisang menjadi dangkal dan tidak mampu menampung debit air saat hujan lebat.

Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, pemerintah daerah terus me­lakukan normalisasi sungai dengan bantuan alat berat. Upaya ini diharapkan da­pat memperlancar aliran air serta menekan risiko terulangnya banjir bandang di wilayah Tanjung Raya, Kabupaten Agam. (rom)