SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

FGD Evaluasi Tanggap Bencana Provinsi Sumbar, Wawako Sawahlunto Minta Mitigasi Risiko Hidrometeorologi

0
×

FGD Evaluasi Tanggap Bencana Provinsi Sumbar, Wawako Sawahlunto Minta Mitigasi Risiko Hidrometeorologi

Sebarkan artikel ini
FGD EVALUASI TANGGAP DARURAT— Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi, secara daring melalui Zoom Meeting dari Rumah Dinas Wakil Wali Kota.

SAWAHLUNTO, METRO–Wakil Wali Kota Sa­wahlunto, Jeffry Hibatullah, bersama jajaran For­kopimda dan perangkat daerah terkait mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Tanggap Bencana Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Rumah Dinas Wakil Wali Kota.

FGD yang dipimpin lang­sung oleh Gubernur Su­matera Barat, Mahyeldi Ansharullah, tersebut mem­bahas penanganan pascabencana hidrometeorologi, termasuk penetapan kawasan dan warga yang akan dibangun hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara), serta langkah-langkah lanjutan dalam proses pemulihan daerah terdampak.

Gubernur Sumbar Mah­yeldi menyatakan, pada masa pemulihan ini Pemprov memprioritaskan penyediaan air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, pendidikan, dan hunian sementara sebelum masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

FGD dihadiri Forkopimda Provinsi dan Sekretaris Utama BNPB Rustian, serta diikuti secara daring oleh bupati dan wali kota daerah terdampak.

Baca Juga  Dinkesdaldukkb Sawahlunto Terapkan JRA, Mulai Pemilahan dan Pemusnahan Arsip Inaktif

Forum tersebut menjadi ajang evaluasi menyeluruh atas penanganan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumbar.

Meski status tanggap darurat provinsi berakhir, Mahyeldi menegaskan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk trauma healing dan pendampingan psikososial.

Pemprov Sumbar juga mempercepat validasi dan verifikasi data Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Dalam forum itu, kata Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, perhatian khusus diberikan pada mitigasi risiko bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem akhir tahun, terutama potensi banjir dan longsor yang berisiko mengganggu akses transportasi, distribusi logistik, serta akti­vitas masyarakat.

“FGD juga membahas kesiapsiagaan daerah da­lam menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta BBM menjelang dan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga di tengah me­ningkatnya mobilitas ma­syarakat,” jelasnya.

Baca Juga  Polres Perketat Prokes Covid-19, Personel yang Melanggar akan Ditindak

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Utama BNPB RI, yang memberikan arahan teknis terkait penguatan ko­ordinasi lintas sektor, percepatan respons di lapangan, serta antisipasi kendala distribusi logistik di wilayah rawan bencana.

Wakil Wali Kota Sa­wahlunto, Jeffry Hibatullah, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Sawah­lunto siap menindaklanjuti seluruh arahan dan kesepakatan hasil FGD.

“Dengan menyesuaikan kondisi lokal, guna memastikan mitigasi bencana berjalan optimal serta kebutuhan dasar ma­syarakat selama masa Nataru tetap aman, lancar, dan terkendali,” tegas Jeffry Hibatullah. (pin)