SAWAHLUNTO, METRO–Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah terkait mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Tanggap Bencana Provinsi Sumatera Barat yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dari Rumah Dinas Wakil Wali Kota.
FGD yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, tersebut membahas penanganan pascabencana hidrometeorologi, termasuk penetapan kawasan dan warga yang akan dibangun hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara), serta langkah-langkah lanjutan dalam proses pemulihan daerah terdampak.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan, pada masa pemulihan ini Pemprov memprioritaskan penyediaan air bersih, sanitasi, layanan kesehatan, pendidikan, dan hunian sementara sebelum masuk ke tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
FGD dihadiri Forkopimda Provinsi dan Sekretaris Utama BNPB Rustian, serta diikuti secara daring oleh bupati dan wali kota daerah terdampak.
Forum tersebut menjadi ajang evaluasi menyeluruh atas penanganan bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumbar.
Meski status tanggap darurat provinsi berakhir, Mahyeldi menegaskan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas, termasuk trauma healing dan pendampingan psikososial.
Pemprov Sumbar juga mempercepat validasi dan verifikasi data Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).
Dalam forum itu, kata Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, perhatian khusus diberikan pada mitigasi risiko bencana hidrometeorologi di tengah cuaca ekstrem akhir tahun, terutama potensi banjir dan longsor yang berisiko mengganggu akses transportasi, distribusi logistik, serta aktivitas masyarakat.
“FGD juga membahas kesiapsiagaan daerah dalam menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi kebutuhan pokok serta BBM menjelang dan selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Sekretaris Utama BNPB RI, yang memberikan arahan teknis terkait penguatan koordinasi lintas sektor, percepatan respons di lapangan, serta antisipasi kendala distribusi logistik di wilayah rawan bencana.
Wakil Wali Kota Sawahlunto, Jeffry Hibatullah, menyatakan bahwa Pemerintah Kota Sawahlunto siap menindaklanjuti seluruh arahan dan kesepakatan hasil FGD.
“Dengan menyesuaikan kondisi lokal, guna memastikan mitigasi bencana berjalan optimal serta kebutuhan dasar masyarakat selama masa Nataru tetap aman, lancar, dan terkendali,” tegas Jeffry Hibatullah. (pin)






