SOLOK/SOLSEL

Penanganan Stunting 2026 Harus Terpadu, Konvergen dan Berkelanjutan

0
×

Penanganan Stunting 2026 Harus Terpadu, Konvergen dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
RAKOR TPPS — Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. Novirman menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten tentang Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Solok Selatan Periode IV Tahun 2025 di Gedung Nasional Sangir.

PADANG ARO, METRO–Jelang akhir tahun ini, Tim Percepatan Penanga­nan Stunting (TPPS) Ka­bupa­ten Solok Selatan mulai me­ngevaluasi kinerja program yang dijalankan se­panjang tahun ini. Ditujukan agar pe­laksanaan pe­na­nganan dan penurunan kasus stunting di tahun 2026 mendatang bisa berjalan lebih baik.

Bupati Solok Selatan melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Dr. Novirman mengatakan sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi, pendekatakan penanganan stunting tidak boleh lagi bersifat sektoral, tetapi harus terpadu, kovergen, dan berkelanjutan.

“Rapat Koordinasi ini menjadi forum untuk mengevaluasi kinerja TPPS Ka­bupaten Solok Selatan Ta­hun 2025, sekaligus me­nyusun rencana kerja TPPS Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026 yang selaras dengan kebijakan nasional, provinsi, dan dokumen perencanaan pembangu­nan daerah,” kata Novirman dalam pembukaan Rapat Koordinasi Tingkat Kabupaten tentang Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Solok Selatan Periode IV Tahun 2025 di Gedung Nasional Sangir, Senin (22/12/2025).

Baca Juga  Lolos Pertukaran Pelajar ke Belanda, Mahasiswa Unand Asal Solsel Butuh Biaya

Sejala dengan percepatan penurunan stunting yang telah menjadi salah satu agenda dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RP­JMN) dan menjadi indikator utama dalam pemba­ngu­nan sumber daya ma­nusia, Novirman menyampaikan sejumlah pokok pikir yang harus menjadi pertimba­ngan dalam pe­nyu­sunan program tahun depan.

Seluruh perangkat dae­rah harus memastikan pro­gram yang dilaksanakan harus mendukung intervensi spesifik dan sensitive stunting sesuai tugas dan kewenangan masing-masing. Kemudian, perenca­naan dan pelaksanaan program harus berbasis data yang valid dan terintegrasi.

Baca Juga  44.968 Surat Suara Ditemukan Rusak di Solsel

Selanjutnya adalah pe­ningkatan peran pemerintah nigari, puskesmas, dan kader yang merupakan ujung tombak percepatan penurunan stunting di la­pangan. Terakhir adalah penyusunan rencana kerja TPPS 2026 yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil yang dikuatkan dengan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Dengan begitu, diha­rap­kan Langkah strategis dan konkret dapat dirumuskan bersama sehingga upaya penurunan stunting di Kabupaten Solok Selatan bisa berjalan secara maksimal. (jef)