SOLOK/SOLSEL

Wawako Solok Berbicara di Ajang Apeksi, Pola Infrasruktur Pola Konvensional tidak Mampu Hadapi Banjir

1
×

Wawako Solok Berbicara di Ajang Apeksi, Pola Infrasruktur Pola Konvensional tidak Mampu Hadapi Banjir

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN—Wakil Walikota Solok Suryadi Nurdal saat berikan sambutan di forum APEKSI Outlook 2025 yang bertempat di Kota Bandar Lampung,

SOLOK, METRO–Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal mengatakan saat ini daerah masih beradaptasi dengan ku­rangnya kapasitas keua­ngan. Dan pada bulan november ini sebagian dari daerah yang tergabung dalam komisariat wilayah I Apeksi diuji dengan bencana banjir bandang dan tanah longsor berskala besar yang menerjang 3 pro­vinsi di Sumatera.

Hal ini diungkapkan Sur­yadi Nurdal saat memberikan sambutan mewakili Komwil 1 APEKSI Sumatera di Lampung.

“Di Tahun 2026 Kita Bisa Apa?, melalui forum ini kita harapkan bahwa kita da­­­p­at­ memformulasikan de­ngan akurat sumber daya, pro­ses kerja, dan hasil yang bisa kita peroleh untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan ketahanan bencana di seluruh kota di indonesia. Serta usaha yang tiada henti me­ning­katkan kesejahteraan rak­yat” ujarnya.

Baca Juga  Tuntutan Perkembangan Zaman, Ramadhani: Aparatur Berkompeten, Profesional dan Miliki Karakteristik

Menghadiri kegiatan AP­EKSI Outlook 2025 yang bertempat di Kota Bandar Lampung, kegiatan ini dinilai menjadi ruang refleksi atas perjalanan peme­rintahan kota sepanjang tahun, mengingat banyak dinamika dan persoalan yang dihadapi kota-kota di Indonesia.

“Salah satu isu penting yang juga harus dibahas adalah infrastruktur pola konvensional yang sudah terbukti tidak mampu meng­hadapi banjir dan luapan air yang terlihat dari banyak tanggul yang jebol pada saat banjir bandang november kemarin. Maka dari itu melalui forum ini kita dapat merumuskan pola pembangunan yang mengaarah pada pola pem­bangunan infrastruktur yang berbasis lingku­ngan” tambahnya.

Baca Juga  LPM Dituntut Lebih Berperan

Dia juga menyampaikan bahwa indonesia adalah negara dengan ba­nyak potensi bencana “RING­ OF FIRE”. Melalui forum ini juga diharapkan menjadi pengalaman bencana untuk saling berkolaborasi dalam mitigasi bencana dan pemulihan dampak bencana, serta mengantisipasi kejadian bencana kedepan dengan membuat rencana mitigasi dan rencana kontijensi yang tepat. (vko)