SOLOK, METRO–Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal mengatakan saat ini daerah masih beradaptasi dengan kurangnya kapasitas keuangan. Dan pada bulan november ini sebagian dari daerah yang tergabung dalam komisariat wilayah I Apeksi diuji dengan bencana banjir bandang dan tanah longsor berskala besar yang menerjang 3 provinsi di Sumatera.
Hal ini diungkapkan Suryadi Nurdal saat memberikan sambutan mewakili Komwil 1 APEKSI Sumatera di Lampung.
“Di Tahun 2026 Kita Bisa Apa?, melalui forum ini kita harapkan bahwa kita dapat memformulasikan dengan akurat sumber daya, proses kerja, dan hasil yang bisa kita peroleh untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan ketahanan bencana di seluruh kota di indonesia. Serta usaha yang tiada henti meningkatkan kesejahteraan rakyat” ujarnya.
Menghadiri kegiatan APEKSI Outlook 2025 yang bertempat di Kota Bandar Lampung, kegiatan ini dinilai menjadi ruang refleksi atas perjalanan pemerintahan kota sepanjang tahun, mengingat banyak dinamika dan persoalan yang dihadapi kota-kota di Indonesia.
“Salah satu isu penting yang juga harus dibahas adalah infrastruktur pola konvensional yang sudah terbukti tidak mampu menghadapi banjir dan luapan air yang terlihat dari banyak tanggul yang jebol pada saat banjir bandang november kemarin. Maka dari itu melalui forum ini kita dapat merumuskan pola pembangunan yang mengaarah pada pola pembangunan infrastruktur yang berbasis lingkungan” tambahnya.
Dia juga menyampaikan bahwa indonesia adalah negara dengan banyak potensi bencana “RING OF FIRE”. Melalui forum ini juga diharapkan menjadi pengalaman bencana untuk saling berkolaborasi dalam mitigasi bencana dan pemulihan dampak bencana, serta mengantisipasi kejadian bencana kedepan dengan membuat rencana mitigasi dan rencana kontijensi yang tepat. (vko)






