BERITA UTAMA

Tak Bisa Berenang, Pelajar SD Tewas Tenggelam saat Mandi di Sungai

0
×

Tak Bisa Berenang, Pelajar SD Tewas Tenggelam saat Mandi di Sungai

Sebarkan artikel ini
TEWAS TENGGELAM— Jenazah Farel (10) pelajar SD yang tewas tenggelam saat mandi di sungai Batang Tarusan, Kampung Sawah Liat, Nagari Kapuh Utara, Kecamatan Koto XI Tarusan, Sabtu (20/12) sore dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan medis.

PESSEL, METROMusibah tragis terjadi di Kabupaten Pesisir Selatan. Seorang remaja bernama Farel Azaky Syafwan (10), pelajar kelas VI sekolah dasar, meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Batang Tarusan, Kam­pung Sawah Liat, Nagari Kapuh Utara, Kecamatan Koto XI Tarusan, Sabtu (20/12) sore.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Farel diketahui mandi dan bermain air di sungai bersama empat hingga lima orang teman­nya. Karena tidak bisa bere­nang, korban hanya be­rada di bagian pinggir su­ngai, sementara teman-te­mannya bermain di area yang lebih dalam.

Namun, tanpa disadari oleh rekan-rekannya, Farel tiba-tiba menghilang dari tepi sungai. Kejadian itu baru diketahui setelah seorang pencari pasir bernama Dion (40) merasakan ada sesuatu yang terbenam di dasar sungai saat ia sedang bekerja.

“Saksi kemudian mengangkat benda tersebut dari dalam air dan mendapati korban sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri,­” ujar Kapolsek Koto XI Tarusan, Iptu Irfan Chandra, Minggu (21/12).

Korban selanjutnya di­ba­wa ke daratan. Teman-temannya yang mengetahui kejadian tersebut langsung berkumpul di pinggir sungai. Tak lama berselang, orang tua korban datang dan segera membawa Farel ke Pus­kesmas Tarusan untuk men­dapatkan pertolongan me­dis.

“Petugas puskesmas menyatakan korban telah meninggal dunia. Selanjutnya dilakukan visum luar terhadap tubuh korban,” kata Irfan.

Pihak kepolisian memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut. Kematian korban murni disebabkan musibah tenggelam saat bermain di sungai.

“Keluarga korban menerima kejadian ini dengan ikhlas sebagai musibah dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun secara hukum di kemudian hari,” tutur Irfan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi ma­sya­rakat, khususnya para orang tua, agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai atau lokasi berisiko lainnya gu­  na mencegah kejadian serupa terulang. (rom)