METRO PADANG

Sertifikasi Nazhir Wakaf, Mahyeldi: Pengeloaan Wakaf Harus Profesional, Jawab Persoalan Umat

0
×

Sertifikasi Nazhir Wakaf, Mahyeldi: Pengeloaan Wakaf Harus Profesional, Jawab Persoalan Umat

Sebarkan artikel ini
SERTIFIKASI NAZHIR— Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka kegiatan Sertifikasi Nazhir Wakaf Batch IX yang diselenggarakan di Padang, Minggu (21/12).

PADANG, METRO Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah membuka kegiatan Sertifikasi Nazhir Wakaf Batch IX yang diselenggarakan di Padang, Minggu (21/12). Gubernur menekankan pentingnya pe­ngelolaan wakaf secara profesional agar potensi besar wakaf benar-benar memberi manfaat luas bagi umat dan pembangunan.

“Terima kasih kepada seluruh peserta nazhir wakaf yang telah menunjukkan komitmen untuk mengelola amanah umat. Saat ini, potensi wakaf kita luar biasa besar, namun belum seluruhnya terkelola secara maksimal,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebutkan, wakaf sejatinya mampu menjadi solusi berbagai persoalan umat, termasuk dalam mendu­kung pembiayaan pembangunan. Ia mencontohkan bagaimana wakaf telah menjadi budaya di sejumlah negara maju dalam peradaban Islam.

“Kenapa Al-Azhar bisa besar dan kuat? Karena wakaf sudah menjadi budaya di Mesir. Bahkan, ketika seseorang wafat, ada wasiat untuk mewakafkan hartanya. Pahala wakaf ini terus mengalir,” ungkap­nya.

Gubernur juga meng­ungkapkan bahwa potensi wakaf nasional diperkirakan mencapai Rp2.000 triliun, namun membutuhkan lembaga pengelola yang profesional dan berintegritas agar manfaatnya optimal.

“Sumatera Barat sejak dulu selalu memberi kontribusi bagi peradaban bangsa. Salah satunya me­lalui pengelolaan wakaf. Karena itu, kita perlu menyiapkan nazhir yang kompeten, amanah, dan profesional,” tegas Mahyeldi.

Sementara itu, perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI), Dr. Helmi Hamidah menyampaikan bahwa jumlah nazhir wakaf di Indonesia saat ini mencapai 6.940 orang, dengan sekitar 400 nazhir berasal dari Sumbar.

“Sumatera Barat termasuk provinsi yang lebih awal bergerak dalam pe­ngelolaan wakaf. Lembaga nazhir memiliki peran stra­tegis untuk menginventarisasi dan mengoptimalkan aset wakaf di daerah,” jelasnya.

Kegiatan Sertifikasi Nazhir Wakaf Batch IX ini diikuti oleh perwakilan dari berbagai unsur, antara lain BWI, Kementerian Agama, perguruan tinggi, perbankan, asesor, serta sejumlah pakar dan praktisi perwakafan. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem wakaf yang produktif dan berkelanjutan di Sumbar. (fan)