LIMAPULUH KOTA, METRO —Warga Jorong VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Lima Puluh Kota, digemparkan dengan penemuan jasad seorang perempuan bernama Lidia, S.CH (61), Jumat (19/12) pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Korban diketahui merupakan pensiunan guru yang diduga meninggal dunia akibat tindak kekerasan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh sepupunya di halaman depan rumah korban. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada suami korban, warga sekitar, dan segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Mendapat laporan itu, personel Polsek Guguak langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
“Memang ada laporan tadi pagi ke Mapolsek sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah menerima laporan dari anak korban bernama Adif, kami langsung menuju TKP,” ujar Kapolres Lima Puluh Kota, AKBP Syaiful Wachid melalui Kapolsek Guguak, AKP Doni Pramadona, didampingi Kasat Reskrim IPTU Repaldi, Jumat (19/12).
AKP Doni Pramadona menyampaikan, jasad korban telah dievakuasi ke Kota Padang guna dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Polda Sumbar untuk memastikan penyebab kematian.
“Jasad korban sudah dibawa ke Padang untuk dilakukan autopsi,” kata Doni.
Terkait penyebab kematian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pemeriksaan terhadap keluarga belum dilakukan secara mendalam karena masih dalam suasana duka, namun olah TKP dan pengumpulan keterangan awal telah dilaksanakan.
“Untuk pemeriksaan lanjutan belum kami lakukan karena masih suasana duka. Namun keterangan di lokasi sudah kami mintai, dan TKP sudah dipasangi garis polisi,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Kasat Reskrim Polres Lima Puluh Kota, IPTU Repaldi. Ia mengatakan, pihaknya bersama Polsek Guguak masih melakukan penyelidikan intensif di lokasi kejadian.
“Kami masih melakukan penyelidikan di TKP. Korban ditemukan di depan atau halaman rumahnya, dan pada wajah korban terdapat tanda-tanda kekerasan serta lebam,” ungkap Repaldi.
Ia menambahkan, autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Dari keterangan awal, korban sehari-hari tinggal bersama suami dan sepupu perempuannya.
“Korban akan diautopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya. Sehari-hari korban tinggal bersama suami dan sepupu perempuannya,” jelasnya.
Berdasarkan informasi sementara, saat kejadian suami korban lebih dahulu berangkat melaksanakan salat Subuh, sementara korban dan sepupunya menyusul belakangan.
“Dari keterangan awal, suami korban pergi salat Subuh lebih dulu. Saat pulang, ia melihat lampu rumah padam dan sekring jatuh. Setelah dinyalakan, suami korban menyalakan televisi. Tubuh korban pertama kali ditemukan oleh sepupu korban yang pulang dari salat Subuh,” terang Repaldi.
Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan tidak ada harta benda milik korban yang hilang.
“Untuk sementara, tidak ditemukan adanya kehilangan barang milik korban,” pungkasnya. (uus)






