METRO BISNIS

Alumni KAFEGAMA Gandeng Dompet Dhuafa Singgalang, Salurkan Donasi Rp200 Juta untuk Korban Bencana Banjir di Sumatera

0
×

Alumni KAFEGAMA Gandeng Dompet Dhuafa Singgalang, Salurkan Donasi Rp200 Juta untuk Korban Bencana Banjir di Sumatera

Sebarkan artikel ini
DONASI KEMANUSIAAN— Keluarga Alumni Fakultas Ekonomik dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) melalui program KAFEGAMA Peduli menyalurkan donasi kemanusiaan senilai Rp200 juta bagi para penyintas banjir dan tanah longsor di Ranah Minang.

PADANG, METRODeru banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Di tengah u­paya bangkit dari bencana, uluran kepedulian datang dari jejaring alumni. Keluarga Alumni Fakultas Ekonomik dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (KAFEGAMA) melalui program KAFEGAMA Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp200 juta bagi para penyintas banjir dan tanah longsor di Ranah Minang.

Untuk memastikan ban­tuan tersalurkan secara tepat sasaran dan profesional, KAFEGAMA meng­gandeng Dompet Dhuafa Singgalang sebagai mitra penyalur. Donasi tersebut didistribusikan ke empat daerah terdampak, yakni Kota Padang, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan, dan Kabupaten Agam, dengan masing-masing wilayah menerima alokasi bantuan sebesar Rp50 juta.

Penyaluran bantuan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Eksekutif Pengurus Pusat KAFEGAMA, Vicky Yuwandy, didampingi Ke­tua Pengurus Daerah KAFEGAMA Sumatera Barat yang juga Dekan FEB Universitas Andalas, Prof. Dr. Fery Andrianus.

Vicky menjelaskan, aksi cepat tanggap tersebut merupakan arahan lang­sung dari Ketua Umum KAFEGAMA, Friderica Widyasari Dewi, sebagai bentuk solidaritas alumni terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami hadir berdasarkan arahan Ibu Ketua U­mum untuk mengawal se­kaligus menyalurkan bantuan langsung ke posko-posko pengungsian. Dana hasil penggalangan donasi pada 1–10 Desember 2025 mencapai Rp200 juta untuk Sumatera Barat, dan masing-masing wilayah menerima alokasi Rp50 juta,” ujar Vicky.

Sementara itu, Ketua PD KAFEGAMA Sumatera Barat, Prof. Dr. Fery Andrianus, mengapresiasi gerak cepat para alumni FEB UGM di seluruh Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinergi alumni di daerah agar bantuan benar-benar dirasakan oleh masya­rakat yang membutuhkan.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk memastikan amanah dari rekan-rekan alumni sampai ke tangan masyarakat terdampak. Kehadiran KAFEGAMA bukan hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga dukungan moril dan solidaritas kekeluargaan bagi saudara-saudara kita di Sumatera Barat,” ung­kap Fery.

Rangkaian penyaluran bantuan dimulai pada 15 Desember 2025 di Kota Padang. Bersama Dompet Dhuafa Singgalang, bantuan diserahkan kepada Pemerintah Kota Padang dan diterima langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran. Bantuan difokuskan pada kebutuhan pascabencana berupa paket peralatan memasak, terdiri dari kompor gas, tabung gas 3 kilogram, serta perlengkapan dapur lainnya. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang direlokasi ke Hunian Sementara (Huntara) dan Rumah Su­sun (Rusun).

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga yang direlokasi ke Huntara dan Rusun. Banyak dari mereka kehilangan rumah dan peralatan dapur, se­hingga perlengkapan memasak menjadi kebutuhan prioritas agar mereka bisa kembali mandiri,” ujar Fadly Amran.

Penyaluran bantuan berlanjut pada 16 Desember 2025 di Kabupaten Tanah Datar dan diterima langsung oleh Bupati Eka Putra. Untuk teknis distribusi, tim KAFEGAMA dan Dompet Dhuafa berkoordinasi dengan Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, di Posko Batu Taba agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat terdampak.

Selanjutnya, pada 17 Desember 2025, distribusi dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan melalui koordinasi dengan BPBD setempat. Bersama Camat IV Nagari Bayang Utara, Darmadi, bantuan disalurkan kepada warga di Pos Pengungsian Nagari Puluik-Puluik. Bantuan meliputi paket sembako, perlengkapan sekolah, pakaian pria dan wanita, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, serta peralatan memasak.

Rangkaian penyaluran ditutup pada 18 Desember 2025 di Kabupaten Agam, dengan distribusi bantuan di dua titik pos pengungsian di Jorong Bancah, Kecamatan Tanjung Raya, bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya. Kehadiran tim disambut antusias oleh warga terdampak.

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Novil Oksan Putra, mengapresiasi kolaborasi kemanusiaan yang terjalin bersama KAFEGAMA. Menurutnya, sinergi lintas komunitas menjadi kunci penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada KAFEGAMA. Kolaborasi ini bukan hanya soal bantuan materi, tetapi juga ke­pe­dulian, kebersamaan, dan harapan baru bagi para penyintas banjir bandang di Sumatera Barat,” kata Novil.

Melalui aksi KAFEGAMA Peduli, para alumni FEB UGM berharap kehadiran mereka dapat meringankan beban para penyintas sekaligus mempercepat proses pemulihan. Kolaborasi dengan Dompet Dhuafa Singgalang menjadi bukti bahwa solidaritas alumni, jika disalurkan melalui lembaga yang tepat, mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana. (jes)