OLAHRAGA

Demi Bek Crystal Palace, Real Madrid dan Barcelona Siap Bentrok di Bursa Transfer Musim Panas

0
×

Demi Bek Crystal Palace, Real Madrid dan Barcelona Siap Bentrok di Bursa Transfer Musim Panas

Sebarkan artikel ini

REAL Madrid dan Bar­celona kembali berada di jalur yang sama dalam perburuan pemain incaran. Kali ini, panggung­nya adalah bursa transfer musim panas, dengan sebuah nama besar yang kontraknya hampir ha­bis dan performanya tengah berada di level tertinggi.

Melansir Defensa Cen­tral, pakar transfer Fabrizio Romano telah membocorkan identitas pemain yang kini diperebutkan banyak klub elite Eropa: Marc Guehi.

Bek tengah Crystal Palace itu masuk radar klub-klub besar seperti Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, dan Li­verpool. Persaingan dipastikan sengit, mengingat statusnya yang akan segera menjadi bebas transfer.

Di usia 25 tahun, Gu­éhi menawarkan paket komplet untuk bek modern. Ia kuat dalam duel, nyaman menguasai bola, tajam dalam duel udara, dan yang paling mena­rik, bisa didapatkan tanpa biaya transfer mulai 30 Juni mendatang.

Setelah lima musim yang solid bersama Crystal Palace, sang pemain merasa waktunya telah tiba untuk melangkah ke level berikutnya.

Bagi Real Madrid, kebutuhan akan bek tengah baru sudah menjadi isu lama. Florentino Pérez terus mencari solusi jang­ka panjang di sektor ini.

Musim panas lalu, Ma­drid mendatangkan Hui­jsen dengan mahar €60 juta, tetapi itu belum cukup. Éder Militão kerap dilanda cedera, David Alaba akan meninggalkan klub pada bulan Juni, sementara Antonio Rüdiger yang kini berusia 32 tahun masih dalam pro­ses negosiasi kontrak.

Kondisi ini memaksa Xabi Alonso melakukan improvisasi. Álvaro Carreras sempat dicoba sebagai bek tengah, sementara Asensio nyaris tak mendapat waktu istirahat.

Solusi darurat se­ma­cam ini mungkin bisa bertahan di laga-laga tertentu, namun jelas belum memadai jika targetnya adalah bersaing serius di Liga Champions.

Situasi yang kurang lebih serupa juga dialami Barcelona. Joan La­porta dan Deco sama-sama sepakat bahwa lini belakang perlu di­per­kuat. Marc Guéhi pun masuk dalam daftar teratas incaran mereka.

Masalahnya, kondisi finansial klub membuat Barça sulit bersaing secara ekonomi. Mereka tak bisa menawarkan gaji setinggi para rival, apa­lagi bonus penandata­nganan besar, yang jus­tru menjadi senjata utama klub-klub mapan.

Guéhi sendiri bukan satu-satunya opsi di me­ja Real Madrid. Nama Dayot Upamecano dari Bayern Munich juga masuk radar.

Bek asal Prancis itu memiliki situasi kontrak yang mirip dengan Guéhi dan Ibrahima Konaté. Sementara itu, Nico Schlotterbeck menjadi opsi yang lebih rumit karena Bo­russia Dortmund mematok harga di atas €50 juta.

Florentino Pérez sen­diri dikenal konsisten dengan strateginya: me­rekrut pemain yang kontraknya hampir habis.

Ia lebih memilih mengeluarkan dana untuk bonus penandatanganan dan gaji besar ketimbang membayar biaya transfer mahal ke klub lain. Menariknya, strategi ini kini mulai ditiru oleh Laporta di Barcelona.

Real Madrid sudah memetik banyak hasil dari pendekatan tersebut. Mulai dari Kylian Mbappé, Trent Alexan­der-Arnold, hingga na­ma-nama seperti David Alaba dan Antonio Rüdiger.

Pola ini juga didorong oleh para agen, yang ke­rap menyarankan pemain bertahan hingga kon­trak­­­nya habis demi menda­patkan gaji lebih tinggi atau bonus besar, seperti yang terjadi pada Alphonso Davies.

Ke depan, situasi Marc Guéhi, Upamecano, dan Konaté diprediksi saling terkait dan berpotensi memicu efek domino di pasar bek tengah Eropa.

Namun satu hal su­dah jelas: bagi Real Ma­drid dan Barcelona, bek Crystal Palace itu saat ini dipandang sebagai peluang paling menguntungkan di bursa transfer musim panas mendatang. (jpg)