AGAM, METRO–Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah, terutama dalam menghadapi situasi darurat akibat bencana alam. Kepala Negara memastikan penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat saat ini berada dalam kondisi terkendali.
Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meninjau Posko Pengungsi di SD 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (18/12). Dalam kunjungan itu, Presiden didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Anggota DPD RI Andre Rosiade, serta Gubernur, Wakil Gubernur, dan Bupati Agam.
Presiden memastikan kehadiran negara melalui percepatan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi warga terdampak, sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi para pengungsi. Menurutnya, langkah cepat dan terukur sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat segera bangkit dari dampak bencana.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana. Apresiasi itu disampaikan dalam arahannya pada rapat terbatas yang digelar di Pos Pendamping Nasional Penanganan Bencana Alam.
“Kekompakan seluruh unsur pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kekuatan besar. Semua pejabat, semua petugas yang saya lihat di lapangan bersatu, kompak, bekerja untuk rakyat, untuk segera memulihkan keadaan,” ujar Presiden.
Menurut Prabowo, bencana yang melanda sejumlah wilayah merupakan cobaan sekaligus ujian bagi bangsa Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman panjang Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana telah membentuk ketangguhan nasional.
“Dengan kerja sama dan kekompakan, kita mampu menghadapinya. Kita buktikan bahwa kita bekerja tanpa lelah. Saya lihat sendiri di lapangan, ada prajurit yang sudah beberapa hari terus bekerja. Terima kasih,” katanya.
Terkait penyaluran bantuan, Presiden menekankan pentingnya manajemen distribusi yang tepat sasaran dan tepat waktu. Ia secara khusus mengingatkan agar kebutuhan obat-obatan menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai ada kebutuhan rakyat yang tidak sampai. Obat-obatan harus segera diprioritaskan,” tegas Presiden.
Selain kebutuhan medis, Presiden juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan sandang bagi warga terdampak. Ia mendorong partisipasi masyarakat melalui donasi pakaian layak pakai sebagai wujud gotong royong dan solidaritas sosial.
“Kita bisa gerakkan kelompok-kelompok masyarakat untuk menyumbang pakaian yang masih layak. Ini bagian dari semangat gotong royong kita,” lanjutnya.
Presiden Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menghadapi masa pemulihan dengan semangat optimisme dan kepercayaan diri. Ia menegaskan akan terus memantau perkembangan di daerah terdampak dan mengambil keputusan cepat berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Saya datang untuk memberi moril dan mendengar langsung apa yang dibutuhkan, supaya keputusan bisa diambil dengan cepat,” ucapnya.
Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah segera membangun hunian bagi korban bencana di Sumatera. Berdasarkan laporan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, sebanyak 2.000 unit rumah akan mulai dibangun pada Minggu, 21 Desember 2025.
“Kemungkinan rumah ini bisa langsung menjadi rumah tetap,” kata Prabowo saat sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (15/12).
Ia memastikan anggaran pembangunan hunian tersebut telah disiapkan, hasil dari kebijakan efisiensi anggaran di awal masa pemerintahannya. “Kami menghemat ratusan triliun, dan itu digunakan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya.
Selain itu, Presiden juga berencana membentuk badan atau satuan tugas khusus rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Ia menegaskan bahwa secara umum kondisi penanganan bencana masih terkendali.
“Kami sudah mengerahkan semua sumber daya. Ini terjadi di tiga provinsi dari total 38 provinsi, jadi situasi masih terkendali. Saya terus memantau,” kata Prabowo.
Menutup pernyataannya, Presiden menyampaikan pesan empati dan kebersamaan kepada para korban bencana. “Kita adalah keluarga kalian, dan kalian adalah keluarga kami. Kami tidak akan meninggalkan kalian sendiri,” tuturnya. (pry)






