PADANG, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) menurunkan 2.232 mahasiswa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang fokus pada pemberdayaan masyarakat dan pemulihan pascabencana. Ribuan Mahasiswa KKN UNP tersebut dilepas langsung oleh Menteri Koordinatir Pemberdayaan Masyarakat Indonesia, Abdul Muhaimin Iskandar, Rabu (17/12) di Auditorium UNP.
Pria yang akrab dipanggil Cak Imin tersebut mengatakan Mahasiswa UNP bersama-sama menyiapkan langkah menghadapi tantangan yang cukup berat, yakni melaksanakan tugas KKN di daerah terdampak bencana. “Mahasiswa UNP ini nantinya mengikuti KKN selama 40 hari di daerah terdampak bencana,” terang Cak Imin.
Wakil Ketua DPR RI Periode 1999-2009 dan 2019-2024 itu mengatakan, tidak hanya bencana, saat ini seluruh aspek kehidupan mengalami perubahan yang begitu cepat. Untuk menghadapinya, butuh kerja bersama, kolaborasi dan gotong royong. “Tidak ada pemain tunggal, eksistensi kelompok, tapi kita harus tumbuh dan berkembang secara kolaboratif,” terang Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Lebih lanjut Cak Imin mengungkapkan, saat ini tantangan yang dihadapi adalah kemajuan dan perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu cepat, krisis lingkungan yang sangat mengkhawatirkan. “Untuk menghadapinya kita harus menyesuaikan diri, perkembangan tiap jam dan hari terus berupangan yang ditemui nanti melalui KKN, menguji kemampuan diri beradaptasi dengan belajar bersama untuk keadaan lebih baik,” terangnya.
Keadaan lebih baik ini menurutnya, sesuai dengan tujuan konstitusi, yakni negeri yang aman makmur dan sejahtera. Mahasiswa yang sukses menurutnya, yang mampu beradaptasi dan belajar mewujudkan cita citanya. “Semua adaptasi butuh manajemen, baik itu manajemen pemerintah dan semua pihak. Termasuk perusahaan dan bahkan manajemen keluarga. Perubahan saint dan tekhnologi juga butuh adaptasi,” terangnya.
“Kesimpulannya, KKN sebuah keadaan harus diadaptasi dan pelajari mahasiswa nantinya. Mahasiswa UNP berorientasi pembangunan manusia. Yang menantang itu, mahasiswa belajar terus teoritis dan berhadapan dengan fakta-fakta saat ini. Disrupsi terjadi. Mahasiwa jangan lelah belajar dan beradaptasi,” tegasnya.
KKN menurutnya, salah satu tempat menguji gagasan ide dan pengalaman teoritik untuk diuji dan diterapkan di lapangan di tengah masyarakat. “KKN sangat efektif di tengah kondisi yang berubah-rubah. KKN itu ingin maju dengan mencari masalah di lapangan dan mencari solusi. Jadikan pengalaman dan tantangan. KKN jadi inspirasi. kehidupan harus berbenturan dengan realitas masyatakat yang terjadi. Tabrakan cita-cita idealisme dengan fakta yang tidak ideal dan kesulitan di tengah masyarakat, untuk meraih kesuksesan,” terangnya.
Diakui Cak Imin KKN Mahasiswa UNP tahun ini saat ini sulit. Karena mahasiswa bertemu di daerah dampak bencana. Bertemu anak-anak korban bencana, ibu-ibu yang sangat berat beban hidupnya, balita yang kurang gizi dan pangan. “Fakta itulah realitas yang akan dirubah,” harapnya.
Rektor UNP, Krismadinata, Ph.D mengatakan, bencana hidrometereologi akhir November sampai Desember meluluhlantakan Sumatera khususnya Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumbar. Bencana menghancurkan pemukiman penduduk, fasilitas jalan, jembatan, sarana pendidikan, sarana ibadah, jembatan dan sebagainya. Bencana juga membawa luka psikologis dan bencana sosial bagi masyarakat, karena membawa kemiskinan baru dan masalah sosio-ekonomi dan sosio-psikologis lainnya. UNP melalui program pengabdian masyarakat salah satunya KKN berada di garda terdepan penangganan/rekonstruksi nasyarakat pascabencana. Jumlah peserta KKN mencapai 3.500 mahasiswa dengan rincian, 2.232 Mahasiswa KKN Tematik dan 1.231 lainnya KKN Tanggap Bencana.
Peserta KKN Tematik fokus melaksanakan 18 program pemberdayaan masyarakat di desa/nagari. Peserta KKN Tanggap Bencana berfokus pada pemulihan bencana dengan luaran berupa, dorongan strategi pemulihan ekonomi, pendampingan psikologi korban banjir, pembersihan area terdampak bencana dan penyediaan kebutuhan logistik.
Mahasiswa akan melaksanakan KKN selama bulan Januari hingga Februari 2026 di 10 kabupaten kota dan 109 desa. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa akan dibimbing 109 dosen.
Sebelumnya, UNP telah mendirikan 10 posko di wilayah yang terdampak dan telah menerjukan ratusan relawan dari unsur mahasiswa, dosen, tendik, alumni dan mitra UNP serta menghimpun dana donasi melalui UNP Charity. “Dengan adanya program KKN ini UNP siap bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat,” terangnya.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi peran aktif Mahasiswa UNP yang terjun langsung membantu masyarakat di daerah terdampak bencana. Ia menilai kehadiran mahasiswa lintas disiplin ilmu memberikan kontribusi nyata bagi proses pemulihan. “Mahasiswa UNP berada di garda terdepan bersama masyarakat. Mereka membantu pembersihan lingkungan, pekerjaan teknis di lapangan, pendampingan trauma healing, hingga dukungan di bidang kesehatan. Ini bentuk nyata kepedulian dan pengabdian generasi muda untuk lingkungannya,” kata Mahyeldi.
Pelepasan Mahasiswa KKN juga dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Desa, Desa Tertinggal dan Desa Tertentu Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Prof. Dr. rer.nat Abdul Haris, Pimpinan UNP Ketua Majelis Wali Amanat (MWA), Senior Eksekutif, Wakil Rektor, Sekretaris UNP, Dekan dan Direktur Sekolah Vokasi, Ketua LPPM, Direktur Direktorat dan Kepala BPMI serta Wakil Dekan, Ketua Departemen dan Koordinator Prodi.(fan)






