BERITA UTAMA

Mandi di Pantai Air Manis, Bocah 7 Tahun Diserang Buaya

0
×

Mandi di Pantai Air Manis, Bocah 7 Tahun Diserang Buaya

Sebarkan artikel ini
DISERANG BUAYA— Kondisi bocah berusia 7 tahun bernama Shakel Alfaris usai diserang buaya saat mandi-mandi di Pantai Air Manis Jorong Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, Senin (15/12) sekitar pukul 12.00 WIB.

PASBAR, METROSeorang anak berusia 7 tahun diserang buaya saat mandi di Pantai Air Bangis, Jorong Kam­pung Padang Utara, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Bere­mas, Kabupaten Pasaman Barat, Senin (15/12) sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui bernama Shakel Alfaris, pelajar kelas II sekolah dasar. Saat kejadian, Shakel tengah mandi dan ber­main air bersama sejumlah te­man sebayanya di perairan pan­tai tersebut.

Ketua Kelompok Sadar Ling­kungan (Pokdarling) Kampung Padang, Khairul Anami, menga­ta­kan sebelum peristiwa terjadi, anak-anak sempat melihat seekor buaya berukuran sekitar 2,5 meter mendekat ke arah mereka.

“Mereka langsung be­ru­saha lari ke darat. Na­mun kaki korban masih be­rada di dalam air dan lang­sung diterkam buaya,” ujar Khairul, Selasa (16/12).

Buaya tersebut menggigit kaki kanan korban hingga Shakel berteriak histeris meminta pertolongan. Teriakan itu membuat teman-temannya panik dan berteriak minta tolong ke warga sekitar.

Teriakan tersebut didengar oleh seorang nelayan bernama Buyen yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Dengan keberanian tinggi, Buyen segera memberikan pertolongan dan sempat terjadi aksi tarik-menarik antara dirinya dengan buaya tersebut.

“Setelah beberapa saat yang menegangkan, buaya akhirnya melepaskan kaki korban,” kata Khairul.

Ayah korban, Husnul Rifs, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan anaknya mengalami luka serius akibat gigitan buaya.

“Betis kanan anak saya luka menganga sampai tulang terlihat, ditambah luka serius di bagian paha,” ujarnya.

Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Sungai Beremas untuk mendapatkan penanganan medis. Tim kesehatan melakukan tindakan darurat dengan menjahit luka dan memberikan perawatan intensif.

Saat ini, Shakel menjalani masa pemulihan di rumah orang tuanya dan belum bisa beraktivitas seperti biasa. Selain luka fisik, korban juga mengalami trauma psikologis.

“Kondisinya masih lemah, sering menangis ketakutan, dan sempat mengalami demam,” kata pihak keluarga.

Keluarga korban berharap kejadian ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan instansi terkait agar meningkatkan pengawasan dan pengamanan di wilayah perairan yang rawan kemunculan buaya.

Masyarakat setempat juga diimbau untuk lebih waspada, terutama dalam mengawasi aktivitas anak-anak di sekitar pantai dan muara sungai, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (end)