SOLOK/SOLSEL

GOW Kabupaten Solok Ambil Peran Strategis dalam Pencegahan KDRT

1
×

GOW Kabupaten Solok Ambil Peran Strategis dalam Pencegahan KDRT

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI PENCEGAHAN KDRT— Ketua GOW Kabupaten Solok, Ny. Lian Octavia Candra, menghadiri Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

SOLOK, METRO–Ketua GOW Kabupa­ten Solok, Ny. Lian Octavia Candra, menegaskan bahwa GOW mengambil pe­ran strategis dalam upaya pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (K­DRT). Karena persoalan ini sangat dekat dengan kehidupan keluarga.

“KDRT sesuatu yang kadang tidak terlihat, tetapi dampaknya nyata. Tantangan terbesar yang kita hadapi adalah ketidakmauan korban untuk melapor, dengan berbagai alasan seperti rasa takut, malu, ketergantungan e­konomi, hingga tekanan sosial,” ujarnya.

Menurut Lian Octavia, melalui kegiatan sosialisasi, GOW berharap ma­sya­rakat memiliki pemahaman dan keberanian untuk bertindak jika menemukan indikasi kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar.

“Dengan sosialisasi ini, kita ingin memastikan bahwa jika ada kasus, kita tahu harus berbuat apa dan ke mana melapor. Para peserta juga diharapkan ikut menyosialisasikan pemahaman ini di organisasi dan lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) kerap terjadi dalam senyap. Kejadian ini tidak selalu me­ninggalkan jejak yang tampak, namun dampaknya dapat merusak fisik, psikis, hingga masa depan korban, terutama perempuan dan anak.

Kesadaran inilah yang mendorong Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Solok menggelar Sosialisasi Pencegahan Ke­kerasan Dalam Rumah Tangga.

Sosialisasi tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Solok, H. Candra. Dalam sambutannya, Candra menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi langkah pencegahan, bukan karena adanya kasus di internal peserta.

“Kita doakan tidak ada satu pun pengurus yang hadir di sini terlibat atau mengalami kasus KDRT. Tujuan kita adalah agar peserta menjadi suluh di tengah masyarakat, me­nyampaikan materi ini kepada anggota organisasi dan lingkungan tempat tinggalnya,” ungkap Candra.

Dia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang dan pendidikan anak sesuai de­ngan fase usia. Ia mengingatkan bahwa persoalan sosial seperti stunting tidak semata-mata disebabkan faktor ekonomi.

“Stunting bukan hanya persoalan kaya atau miskin, tetapi soal pola asuh dan pola hidup di dalam keluarga. Lingkungan yang aman dan bebas ke­ke­rasan sangat menentukan kualitas generasi kita ke depan,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan sosialisasi ini tidak berhenti di tingkat kabupaten, namun diperluas jangkauannya hingga ke kecamatan dan nagari-nagari agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.

Sebagai narasumber, Paryono, S.Pd, Kepala UP­TD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Pro­vinsi Sumatera Barat, me­maparkan berbagai bentuk KDRT, mekanisme pelaporan, serta layanan perlindungan yang dapat diakses korban. Ia menekankan pentingnya peran ma­sya­rakat dalam mendeteksi dini dan memutus mata rantai kekerasan.

Kegiatan ini diikuti oleh pengurus GOW Kabupaten Solok serta perwakilan organisasi perempuan yang tergabung dalam GOW. Melalui sosialisasi ini, diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pencegahan KDRT adalah tanggung jawab bersama, dimu­lai dari keluarga, di­perkuat oleh komunitas, dan di­dukung oleh negara. (vko)