METRO SUMBAR

Padang Panjang Bangkit dari Bencana, Pemko Gelar Doa Bersama Ustaz Das’ad Latif

0
×

Padang Panjang Bangkit dari Bencana, Pemko Gelar Doa Bersama Ustaz Das’ad Latif

Sebarkan artikel ini
DOA BERSAMA—Ustaz Das’ad Latif saat pimpin doa bersama “Padang Panjang Bangkit dari Bencana” bersama di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre, Selasa (16/12).

PDG. PANJANG, METRO–Pemerintah Kota meng­gelar Doa Bersama bertajuk “Padang Panjang Bangkit dari Bencana” bersama Ustaz Das’ad Latif di Masjid Agung Manarul ‘Ilmi Islamic Centre, Selasa (16/12). Kegiatan ini diikuti ribuan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat. Doa bersama tersebut dihadiri Wali Kota, Hendri Arnis, Wakil Wali Kota, Allex Saputra, Ketua DPRD, Imbral, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Kota Padang Panjang Ny. Maria Feronika Hendri, Ketua GOW Sri Wahyuni Allex, Ketua DWP Sri Hidayani Sonny, Kepala Kantor Kementerian Agama Mukhlis M, serta se­jumlah pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Wako Hendri Arnis menyampaikan harapannya agar musibah yang melanda Kota Padang Panjang dapat menjadi yang terakhir dan masyarakat diberikan kekuatan untuk bangkit bersama. “Dengan kehadiran Ustaz Das’ad Latif dan momentum satu tahun kepemimpinan kami, mu­dah-mudahan bencana cu­kup sampai di sini, khu­susnya untuk Padang Panjang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk terus memakmurkan masjid serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah ma­sya­rakat. “Kami mengajak ASN untuk bersedekah dan bersama-sama meramaikan masjid. Mari kita dengarkan ceramah dan mengikuti doa bersama ini agar dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustaz Das’ad Latif mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi muslim yang sesungguhnya, tidak hanya sekadar identitas. “Jangan menjadi Islam KTP saja. Jangan pula mengikuti bisikan setan yang selalu mencari alasan agar kita tidak datang ke pengajian dan majelis ilmu,” tuturnya.

Ia menegaskan, tidak ada seorang pun yang me­­ng­inginkan musibah menimpa keluarga atau daerahnya. Namun, menurutnya, sikap terbaik da­lam menghadapi bencana adalah bersabar dan berserah diri kepada Allah SWT. “Yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa kepada Allah. Jadikan ini sebagai ujian kesabaran dan mintalah pengganti yang lebih baik dari-Nya,” ujar Ustaz.

Ia juga mengajak ma­sya­rakat untuk terus memakmurkan masjid dan menjaga kebiasaan salat berjemaah. “Alhamdulillah, Padang Panjang dikenal ramah salat berjalemaah di masjid. Mari kita ajak keluarga dan lingkungan sekitar untuk terus meramaikan masjid,” ajaknya.

Usai ceramah, Ustaz Das’ad Latif memimpin doa bersama untuk kebangkitan Kota Padang Panjang dari bencana. Pada kesempatan tersebut, BPJS Kete­nagakerjaan juga me­nye­rah­kan santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris korban bencana banjir dan tanah longsor di kawasan Jembatan Kembar. Santunan masing-masing se­besar Rp42 juta diserahkan kepada ahli waris Idrus, Maryulis, dan Zainal, serta santunan Rp10 juta kepada Nilmawati. (rmd)