METRO SUMBAR

Peduli Korban Bencana, Ditlantas Polda Sumbar Buka Layanan Cuci dan Servis Motor Gratis

1
×

Peduli Korban Bencana, Ditlantas Polda Sumbar Buka Layanan Cuci dan Servis Motor Gratis

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA— Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol H M Reza Chairul Akbar Sidiq saat diwawancarai wartawan.

PADANG, METRO–Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) me­nunjukkan komitmen kepe­du­liannya terhadap masyara­kat terdampak banjir dengan meng­gelar aksi sosial cuci dan servis motor gratis secara massal.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan dealer PT Hayati Pratama Mandiri (Honda Hayati), dikhususkan bagi pemilik kendaraan roda dua yang rusak akibat terendam banjir.

Kegiatan layanan gratis ini akan berlangsung selama enam hari, terhitung mulai 17 hingga 22 Desember 2025, di dua lokasi utama yang terdampak parah di Kabupaten Agam.

Lokasi tersebut meliputi Mako Satpolair Polres Agam di Jorong Muara Putus, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, serta di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan.

Direktur Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol H M Reza Chairul Akbar Sidiq, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata kepedulian institusi Polri.

“Ini adalah bentuk kepe­dulian Polri melalui Ditlantas Polda Sumbar untuk masya­rakat yang terdampak bencana banjir, bekerja sama dan kola­borasi dengan dealer Honda Hayati,” kata Kombes Pol Reza, Selasa (16/12).

Menurut Kombes Pol Reza, program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi warga yang motornya menjadi kotor atau mengalami kerusakan ringan akibat terendam lumpur dan air banjir.

“Mengenai kendaraan ma­syarakat yang mengalami kerusakan berat di luar lingkup servis ringan Ditlantas Polda Sumbar berjanji akan memberikan bantuan semaksimal mungkin,” tegas Kombes Pol Reza.

Kombes Pol Reza memastikan pihaknya akan melakukan upaya penanganan lebih lanjut untuk kasus-kasus kerusakan signifikan pada sepeda motor masyarakat yang terdampak bencaba.

“Layanan gratis ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan mobilitas masyarakat di Agam, yang sangat bergantung pada sepeda motor untuk akti­vitas sehari-hari pascabencana,” tutupnya. (rgr)