AGAM/BUKITTINGGI

Gotong Royong Warga dan TNI, Jembatan Darurat Penghubung Maninjau–Sungai Batang Kembali Dibuka

0
×

Gotong Royong Warga dan TNI, Jembatan Darurat Penghubung Maninjau–Sungai Batang Kembali Dibuka

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN DARURAT— Akses vital yang menghubungkan Jorong Bancah, Nagari Maninjau, dengan Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali dapat dilalui warga.

AGAM, METROAkses vital yang menghubungkan Jorong Bancah, Nagari Maninjau, dengan Jorong Nagari, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, kembali dapat dilalui warga. Jalur penghubung antarjorong tersebut sebelumnya terputus total akibat hantaman galodo atau banjir bandang yang melanda kawasan Danau Maninjau beberapa waktu lalu.

Pada Senin (15/12), jembatan darurat Sungai Batang Musang yang dibangun atas inisiatif masyarakat setempat bersama dukungan anggota TNI resmi kembali difungsikan. Jembatan tersebut kini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jembatan darurat ini dibangun menggunakan material seadanya berupa batang-batang kelapa yang disusun dan diikat secara kokoh. Meski bersifat sementara, keberadaan jembatan tersebut sangat krusial untuk memulihkan mobilitas warga yang sempat lumpuh akibat terputusnya akses utama.

Pembangunan jembatan ini menjadi bukti kuat semangat gotong royong masyarakat dari dua nagari yang terdampak, sekaligus menunjukkan kesigapan warga dalam merespons bencana alam.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan gotong royong masyarakat dari dua nagari, dibantu bapak-bapak TNI, jembatan ini sudah bisa dilalui kembali,” ujar Rizki, salah seorang tokoh masya­rakat setempat.

Ia menambahkan, meski jembatan ter­sebut hanya bersifat darurat dan dibangun dari batang kelapa, namun keberadaannya sangat membantu kelancaran aktivitas warga yang sebelumnya terhenti total.

Pentingnya akses penghubung ini turut mendapat perhatian pemerintah pusat dan daerah. Pada Senin siang, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bersama Deputi Infrastruktur Dasar, Sumber Daya Alam dan Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rahmad Kaimuddin, meninjau langsung kondisi jembatan darurat tersebut.

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelayakan jembatan sementara sekaligus menginventarisasi kebutuhan pembangunan jembatan permanen pascabencana.

“Kami mengapresiasi kerja cepat masyarakat dan TNI dalam membangun jembatan darurat ini. Kehadiran Deputi Infrastruktur hari ini juga menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pemulihan infrastruktur pascabencana di Agam,” kata Wakil Bupati Muhammad Iqbal.

Dengan dibukanya kembali akses jembatan ini, aktivitas masyarakat di bidang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan mulai kembali normal. Pemerintah daerah memastikan akan segera mengusulkan pembangunan jembatan permanen agar akses penghubung antarwilayah ini lebih aman dan berkelanjutan.

Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi jembatan darurat tersebut, mengingat konstruksinya yang belum permanen dan masih bergantung pada material seadanya. (pry)