METRO SUMBAR

Tinjau Daerah Terdampak Bencana di Limapuluh Kota, Gubernur Mahyeldi Serap Aspirasi Masyarakat

0
×

Tinjau Daerah Terdampak Bencana di Limapuluh Kota, Gubernur Mahyeldi Serap Aspirasi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI WARGA TERDAMPAK— Gubernur Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana alam di Kabupaten Limapuluh Kota, sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pemulihan pascabencana, Minggu (14/12).

LIMAPULUH KOTA, METROGubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau lang­sung sejumlah lokasi terdampak bencana alam di Kabupaten Limapuluh Ko­ta, sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pemulihan pascabencana, Minggu (14/12). Dua titik yang menjadi objek kunjungannya adalah Posko Bencana Alam Jorong Aia Angek, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, serta Nagari Baruah Gunuang, Kecamatan Bukit Ba­risan.

Ada dua permasalahan yang menjadi aspirasi ma­syrakat saat Gubernur Mah­yeldi berdialog langsung dengan warga terdampak brncana. Mereka meminta disegerakan pemulihan akses jalan dan normalisasi lahan pertanian yang tertimbun lumpur dan bebatuan. “Terputusnya akses jalan membuat beberapa wilayah terisolasi. Ini harus segera kita tangani agar aktivitas masyarakat, termasuk distribusi logistik dan hasil pertanian, bisa kembali berjalan,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga menegaskan pentingnya percepatan penanganan lahan pertanian warga yang rusak akibat bencana, mengi­ngat sektor tersebut menjadi sumber utama penghidupan masyarakat setempat. “Kami mendengar langsung keluhan ma­sya­rakat. Pemulihan lahan pertanian dan akses jalan menjadi prioritas agar warga bisa segera bangkit dan beraktivitas kembali,” ka­tanya.

Sementara itu, Walinagari Koto Tinggi, Hendri menyampaikan bencana longsor dan banjir bandang telah merusak 47 unit rumah warga serta ratusan hektare lahan pertanian di daerahnya.

Menurutnya, dukungan alat berat dan bantuan bibit siap tanam perlu dipikirkan bagi petani terdampak. Agar persoalan lahan dan ekonomi masyarakat bisa pulih lebih cepat. “Sedimennya tebal , sulit jika dikerjakan secara manual. Kita butuh bantuan alat berat untuk menara kem­bali lahan pertanian ma­syarakat,” ungkap Walinagari Koto Tinggi, Hendri. (fan)