BERITA UTAMA

Akses Air Bersih Rusak Pascabanjir, Ketua DPRD Sumbar Serahkan Bantuan Pipa di Sipinang

0
×

Akses Air Bersih Rusak Pascabanjir, Ketua DPRD Sumbar Serahkan Bantuan Pipa di Sipinang

Sebarkan artikel ini
BANTUAN PIPA— Ketua DPRD Sumbar, Muhidi menyerahkan bantuan pipa untuk memperbaiki akses air bersih untuk masyarakat di Nagari Sipinang, Agam, yang rusak akibat banjir bandang.

AGAM, METRO–Pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah Palembayan, kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi masyarakat Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Menyikapi kondisi tersebut, Ke­tua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menyalurkan bantuan ratusan pipa air bersih kepada masyarakat se­tempat, Sabtu (13/12).

Bantuan pipa air bersih tersebut merupakan dukungan dari PT Ge­neral Energy Bali (GEB) sebagai u­paya membantu pemulihan kebutuhan dasar warga pascabencana.

Dalam proses penyaluran bantuan, Ketua DPRD Sumbar harus menempuh perjalanan dengan melewati sekitar 20 titik ruas jalan rawan longsor, ditambah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Berdasarkan koordinasi de­ngan pihak nagari, masyarakat Sipinang sangat membutuhkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari. Pascabanjir dan longsor, instalasi air mengalami kerusakan sehingga perlu dibuat sistem darurat agar air dari sumber yang ada bisa kembali mengalir ke rumah warga,” kata Muhidi.

Ia menjelaskan, bantuan 200 batang pipa yang disalurkan disesuaikan dengan kebutuhan masya­rakat dan diharapkan dapat membantu warga yang masih berada dalam masa tanggap darurat.

“Selain pipa air bersih, kami juga menyerahkan bantuan sembako untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terdampak,” tuturnya.

Sementara itu, Wali Nagari Si­pinang, Hendri Gunawan, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan pipa air bersih tersebut sangat bermanfaat dan disambut antusias oleh masyarakat.

“Secara psikologis, kondisi ma­syarakat mulai membaik. Untuk pemasangan instalasi air bersih nantinya akan dilakukan secara gotong royong bersama warga,” ujarnya.

Hendri mengungkapkan, di Nagari Sipinang terdapat 350 kepala keluarga (KK), dengan 135 KK di antaranya terdampak banjir dan longsor, baik secara fisik maupun ekonomi. Meski demikian, pihaknya optimistis masyarakat dapat bangkit, meskipun banyak sawah dan kebun warga terendam banjir.

Ia juga berharap adanya perhatian dari pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk memperbaiki jaringan irigasi di Nagari Sipinang. Jika tidak segera ditangani, lahan pertanian yang terendam berpotensi menjadi lahan terbengkalai.

Sekretaris Camat Palembayan, Harpian, mengatakan bahwa secara umum bantuan logistik di Kecamatan Palembayan telah mencukupi untuk kebutuhan dua bulan ke depan. Saat ini, fokus utama a­dalah pemulihan infrastruktur dan pendataan kerusakan lahan pertanian.

“Proses pemulihan infrastruktur terus berjalan, sementara untuk kerusakan lahan pertanian masih dalam pendataan terkait luasannya,” ujarnya.

Ia menambahkan, berdasarkan data hingga 7 Desember, jumlah korban di Kecamatan Palembayan tercatat 110 orang, dengan 59 o­rang di antaranya masih dalam pencarian. Untuk Nagari Sipinang sendiri, tercatat satu korban jiwa, sementara kerusakan terparah terjadi di Nagari Salareh Air.

Meski bantuan telah merata di Kecamatan Palembayan, masya­rakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih belum menentu.

“Secara ekonomi, kondisi ma­syarakat memang lumpuh, namun sebagian warga yang berprofesi sebagai petani sudah mulai kembali beraktivitas. Warga yang tidak terdampak langsung telah beraktivitas normal, sementara masyarakat yang terdampak langsung, khususnya di Nagari Salareh Air, masih membutuhkan uluran bantuan,” tutupnya. (rgr)