METRO BISNIS

Unjuk Karya Produk Kreativitas 2025 SMKN 2 Padang, Dorong Lahirnya Wirausaha Muda

0
×

Unjuk Karya Produk Kreativitas 2025 SMKN 2 Padang, Dorong Lahirnya Wirausaha Muda

Sebarkan artikel ini
UNJUK KARYA— Siswa dan siswi SMKN 2 Padang menggelar Unjuk Karya Produk Kreativitas Tahun 2025 sebagai ajang menampilkan hasil proyek kewirausahaan berbasis kreativitas.

PADANG, METRO–Siswa dan siswi SMKN 2 Padang menggelar Unjuk Karya Produk Kreativitas Tahun 2025 sebagai ajang menampilkan hasil proyek kewirausahaan berbasis kreativitas. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Kamis hingga Jumat malam, tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan bisnis sekaligus mempromosikan produk unggulan karya mereka.

Salah satu produk yang menarik perhatian pengunjung adalah Lavamogi de­ngan tagline “Mo Lagi di Setiap Lelahannya”. Pro­duk kuliner ini merupakan hasil inovasi siswa SMKN 2 Padang yang menyasar segmen remaja dan ge­nerasi Z dengan konsep camilan kekinian.

Kepala SMKN 2 Padang, Sahfalefi, M.Pd., mengatakan kegiatan ini mengusung tema “Mendorong Peserta Didik SMK untuk Berinovasi, Menunjukkan Potensi Wirausaha, serta Memperluas Jari­ngan dengan Perusahaan dan Pelaku Industri Kreatif”. Program tersebut me­rupakan bagian dari bantuan pemerintah dalam pe­ngembangan proyek kreatif dan kewirausahaan di satuan pendidikan SMK.

“Melalui kegiatan ini, kami menanamkan jiwa wirausaha sejak dini. Siswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkan bagaimana menjalankan bisnis dan me­ngelola proyek kewirausahaan,” ujar Sahfalefi.

Ia menjelaskan, Lavamogi dipilih sebagai produk utama karena proses pro­duksi dan penjualannya relatif sederhana, namun memiliki peluang pasar yang luas. Produk ini berupa camilan seperti kukis, roti, dan berbagai varian topping yang cocok untuk selera remaja.

“Pemerintah memberikan bantuan modal bahan baku, kemudian siswa me­ngelola usaha tersebut. Pemasarannya dilakukan me­lalui berbagai kegiatan, seperti event, car free day, hingga media sosial,” jelasnya.

Menurut Sahfalefi, aspek yang paling ditonjolkan dalam kegiatan ini adalah strategi pemasaran pro­duk. Hal tersebut sejalan dengan kompetensi keah­lian yang dimiliki sekolah, khususnya pada jurusan pemasaran digital.

“Kami mengkolaborasikan bisnis digital dan bisnis ritel. Siswa dilatih membuat konten promosi, memanfaatkan media sosial, sekaligus memahami praktik penjualan langsung,” katanya.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 siswa yang berperan aktif sebagai tim produksi, pemasaran, hingga content creator. Setiap kelompok menampilkan variasi produk Lavamogi dengan cita rasa dan tam­pilan yang berbeda-beda.

“Tujuan akhirnya a­da­lah agar setelah lulus, sis­wa mampu menciptakan usaha mandiri dan menjadi wirausaha muda. Kegiatan ini menjadi sarana bagi mereka untuk mengembangkan potensi diri,” tambah Sahfalefi.

Ia menegaskan, Unjuk Karya Produk Kreativitas merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis proyek yang bertujuan membentuk karakter man­diri dan unggul.

“Melalui praktik ke­wi­rausahaan ini, siswa belajar manajemen usaha, komunikasi, kerja sama tim, serta penerapan teori bisnis secara nyata,” pung­kasnya. (ped)