BERITA UTAMA

Di Tengah Penanganan Bencana, Polda Sumbar Gagalkan Penyelundupan 121,3 Kg Ganja, Brigjen Pol Solihin: Dalam Kondisi Apa Pun, Kami Tetap Hadir Untuk Menindak

1
×

Di Tengah Penanganan Bencana, Polda Sumbar Gagalkan Penyelundupan 121,3 Kg Ganja, Brigjen Pol Solihin: Dalam Kondisi Apa Pun, Kami Tetap Hadir Untuk Menindak

Sebarkan artikel ini
PERLIHATKAN BUKTI— Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin didampingi pejabat utama dan Forkopimda Sumbar memperlihatkan barang bukti ganja hasil penangkapan di daerah Kabupaten Pasaman.

PADANG,  METRODirektorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar berhasil menggagalkan penyelundupan 121,3 Kilogram daun ganja kering dan 51 Gram sabu dalam operasi yang berlangsung selama satu bulan, sejak 11 November hingga 11 Desember.

Upaya penyelundupan yang dilakukan 12 orang tersangka ini, memanfaatkan momentum ketika Polisi sedang terfokus membantu penanganan bencana yang melanda sebagian besar wilayah Sumbar.

Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin menegaskan, konsentrasi Polisi pada penanganan bencana tidak berarti membuka celah bagi pelaku tindak pidana narkoba. Pihaknya akan terus mela­ku­kan penindakan terha­dap para pelaku yang me­nge­darkan narkoba di wila­yah Sumbar.

“Sesuai arahan Kapolda, tidak ada ruang sedikit pun bagi para pengedar narkoba di Sumbar. Dalam kondisi apa pun, kami tetap hadir untuk menindak,” tegas Brigjen Pol Solihin da­lam konferensi pers di Ma­polda Sumbar, Jumat (12/12).

Brigjen Pol Solihin me­ng­ingatkan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan Polisi tanpa peran aktif dari ma­sya­rakat. Menurutnya, semua pihak harus memiliki komitmen untuk memerangi nar­koba.

“Melalui program Subuh Berjamaah, Kapolda selalu menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Kita harus bersama-sama me­lin­dungi generasi muda dari ancaman narkoba,” ung­kapnya.

Direktur Reserse Nar­koba Polda Sumbar Kombes Pol Wedi Mahadi  mengungkapkan modus unik dari jaringan yang mereka bekuk. Para pelaku memilih bergerak di masa bencana dengan harapan pengawasan melemah.

“Peredarannya ini agak­ unik. Mereka me­man­faat­kan masa bencana, mengira polisi sedang sibuk mengevakuasi korban. Kami sudah mengantongi informasi sejak beberapa minggu sebelumnya bahwa akan ada ‘turunan’ ba­rang dari arah Panyabungan. Ma­sya­­ra­kat juga banyak memberikan informasi, lalu kami analisis.” ucapnya.

Kombes Pol Wedi me­nuturkan, para pelaku me­lakukan pergerakan karena melihat tingginya intensitas Polisi dalam operasi kemanusiaan menangani bencana. Namun ketika sindikat mulai bergerak, tim Ditresnarkoba sudah menunggu.

“Mereka kira kita lengah. Begitu mereka turun sekitar 3 Desember, kami sudah menurunkan tim pengintai selama dua hari. Akhirnya mereka berhasil kami hentikan di wilayah Rao, Kabupaten Pasaman. Itu daerah perbatasan Sum­bar dan Sumut,” jelas Kombes Pol Wedi.

Menurut Kombes Pol Wedi, barang bukti yang diamankan mencapai 121,3 kilogram ganja  dari tiga lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan. Total tersangka 12 orang dan sebagian besar merupakan kurir jaringan lintas provinsi.

“Narkoba yang mereka selundupkan ini disiapkan untuk kebutuhan pasar narkoba menjelang pergantian tahun. Sekali kirim bisa sampai seratus kilo,” ungkapnya.

Kombes Pol Wedi me­nuturkan, barang haram dalam jumlah besar ini rencananya akan diedarkan oleh para pelaku di sejumlah Kota besar. Seperti Padang, Bukittinggi dan  Payakumbuh pada momen pergantian tahun nanti.

“Salah satu pelaku yang berhasil kita bekuk ada­lah seorang ibu rumah tangga. Dia ikut karena terdesak ekonomi. Ini sekaligus jadi alarm bagi ma­sya­rakat jangan biarkan ling­kungan kita dijadikan ruang gerak sindikat narkoba.” tuturnya.

Pada saat bersamaaan, Polda Sumbar juga memusnahkan 121,3 Kilogram barang bukti ganja yang telah memiliki penetapan status dari pengadilan.  Proses pemusnahan dilakukan dengan cara di­bakar.

“Seluruh tersangka akan­ dijerat pasal berat. Utamanya  pasal 112 dan 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tidak ada kompromi. Ini extraordinary crime, dan penanganannya harus komprehensif,” ujar dia.

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar Fauzi Bahar yang hadir dalam konferensi pers ter­sebut menyampaikan apresiasi terhadap langkah cepat Ditresnarkoba Polda Sumbar yang mampu menggagalkan upaya sindikat narkoba di tengah masa sulit bagi Sumbar.

“Keberhasilan ini me­nunjukkan bahwa aparat tidak lengah meski berada dalam situasi darurat bencana. Namun pola penyelundupan di saat bencana adalah tren baru yang sangat berbahaya. Ini kejahatan yang tidak hanya kriminal, tapi juga moral. Kami mengapresiasi kepolisian dan berharap operasi se­macam ini diperkuat,” tegas Fauzi Bahar.

Kabid Humas Polda Sum­bar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan bahwa Polda Sumbar akan selalu berada di garda terdepan pemberantasan narkoba di Ranah Minang.

“Bencana boleh datang, tapi kejahatan narkoba  tidak boleh dibiarkan berjalan. Mari kita bersama-sama melindungi generasi muda Sumatra Barat dari ancaman Narkoba,”  pungkasnya. (rgr)