PADANG, METRO–Pengereman menjadi salah satu teknik dasar yang wajib dikuasai oleh setiap pengendara motor. Meski terdengar sederhana, banyak pengendara masih melakukan kesalahan saat menghentikan kendaraan, terutama dalam kondisi mendadak.
Melihat hal ini, Tim Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri (HPM) membagikan sejumlah tips sederhana namun penting agar proses pengereman dapat dilakukan dengan aman dan efektif.
Instruktur Safety Riding HPM Benarivo De Frize, menjelaskan bahwa kesalahan dalam teknik pengereman kerap menjadi penyebab utama hilangnya kendali motor di jalan.
“Banyak pengendara refleks langsung menekan rem depan atau belakang terlalu keras saat panik. Padahal cara seperti itu bisa membuat motor selip dan kehilangan keseimbangan,” ujarnya.
Benarivo menegaskan bahwa pengereman yang benar tidak hanya bergantung pada kekuatan menekan rem, tetapi juga pada koordinasi antara pengendara, posisi tubuh, dan kondisi jalan.
Berikut beberapa tips yang dibagikan oleh Tim Safety Riding HPM agar pengendara dapat melakukan pengereman dengan aman.
Gunakan Rem Depan dan Belakang Secara Bersamaan. Hindari penggunaan satu rem saja. Kombinasi rem depan dan belakang membantu menjaga stabilitas motor saat memperlambat kecepatan atau berhenti.
Tekan Rem Secara Halus dan Bertahap. Jangan menarik rem mendadak. Tekanan rem yang halus membantu ban tetap mencengkeram jalan dan mencegah tergelincir, terutama di jalan licin.
Jaga Jarak Aman dengan Kendaraan di Depan. Setidaknya beri jarak tiga detik agar masih punya waktu untuk bereaksi jika kendaraan di depan berhenti tiba-tiba.
Atur Posisi Tubuh Saat Mengurangi Kecepatan. Saat melakukan pengereman, condong kan sedikit tubuh ke belakang agar beban kendaraan seimbang dan motor tidak mudah goyah.
Tetap Fokus dan Arahkan Pandangan ke Depan. Jangan hanya melihat ban depan. Pandangan jauh ke depan membantu pengendara memprediksi situasi dan memutuskan kapan harus mulai mengerem.
Selain memahami teknik dasar, Benarivo juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi motor, terutama bagian sistem pengereman. Pastikan kampas rem tidak aus, tekanan angin ban sesuai, dan permukaan jalan selalu diperhatikan sebelum melakukan pengereman.
“Kondisi motor yang prima dan refleks yang terlatih akan membantu pengendara tetap tenang dalam situasi darurat. Jangan panik, tetap fokus, dan kendalikan motor dengan halus,” tambah Benarivo.
Tim Safety Riding HPM terus berupaya mengedukasi masyarakat agar semakin sadar pentingnya teknik dasar dalam berkendara. Pengereman yang aman bukan hanya soal berhenti dengan cepat, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan, meminimalkan risiko, dan memastikan keselamatan diri sendiri serta orang lain di jalan. (rom)






