BERITA UTAMA

Update Sementara Jumlah Korban Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, Meninggal Dunia 240, Hilang 93, Luka-Luka 382 serta Mengungsi 15.878

0
×

Update Sementara Jumlah Korban Akibat Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, Meninggal Dunia 240, Hilang 93, Luka-Luka 382 serta Mengungsi 15.878

Sebarkan artikel ini

PADANG, METROPemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Website Dashboard Satu Data Bencana kembali merilis data terbaru korban bencana hidrometeorologi, per Kamis (11/12) pukul 18.27 WIB.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengungkap berdasarkan data yang dihimpun Posko Ter­padu Kebencanaan Provinsi Sumbar, diketahui jumlah kabupaten/kota terdampak sebanyak 16, sedangkan kecamatan terdampak ber­jum­lah sebanyak 57 kecamatan.

Sementara jumlah total masyarakat terdampak sebanyak 296.307 jiwa. Dari jumlah tersebut, mengungsi sebanyak 15.878 orang, luka-luka sebanyak 382 orang, dan 93 orang lainnya hilang, serta 240 orang meninggal dunia, dengan rincian 205 terindentifikasi, serta 35 belum terindentifikasi.

“Data tersebut be­r­sum­­­ber dari laporan res­mi ka­bupaten/kota terdampak dan masih ber­sifat se­mentara,” ungkap Sek­daprov Sumbar di Padang, Kamis (11/12).

Adapun rincian per ka­bu­paten/kotanya adalah sebagai berikut: Kota Pariaman, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 7.662 jiwa. Tidak menimbulkan korban luka, hilang, dan meninggal dunia.

Kota Payakumbuh, terdampak banjir tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang, atau pun meninggal dunia.

Kota Bukittinggi, masya­ra­kat terdampak sebanyak 68 jiwa, tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang 3 orang, dan belum ada dilaporkan yang meninggal dunia.

Kota Padang Panjang, jumlah total masyarakat terdampak sebanyak 359 jiwa. Sebanyak  3 orang luka-luka, hilang 32 orang dan meninggal dunia sebanyak 17 orang.

Kota Solok, jumlah ma­sya­rakat terdampak sebanyak 9.375 jiwa, tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang, atau pun meninggal dunia.

Kota Padang, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 27.153 jiwa, mengungsi sebanyak 1.491 orang. Sedangkan korban luka tercatat sebanyak 31 orang, korban hilang nihil, dan meninggal dunia sebanyak 11 orang.

Kabupaten Pasaman Barat, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 61.­325 jiwa, mengungsi sebanyak 1.491 jiwa. Sedangkan korban luka sebanyak 1 orang, hilang 3 orang, dan meninggal dunia 4 orang.

Kabupaten Solok Selatan, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 312 orang. Tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang maupun meninggal dunia.

Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah ma­sya­rakat terdampak 7.170 jiwa. Tapi tidak menimbulkan korban luka, hilang maupun meninggal dunia.

Kabupaten Pasaman, terdampak banjir tapi tidak menimbulkan korban.

Kabupaten Limapuluh Kota, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 1.243 jiwa, mengungsi sebanyak 554 orang. Dilaporkan, ti­dak menimbulkan korban luka, hilang maupun meninggal dunia.

Kabupaten Agam, jumlah masyarakat terdampak hampir disemua wila­yah, sebanyak 18.279 orang di antaranya mengungsi ketempat yang lebih aman. Sedangkan korban meninggal dunia diketahui sebanyak 150 orang dan 57 orang lainnya hilang.

Kabupaten Padang Pa­ria­man, jumlah masya­rakat terdampak sebanyak 33.401 jiwa, mengungsi sebanyak 1.634 orang. Sedangkan jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 6 orang, korban hilang  1 orang dan meninggal dunia sebanyak 23 orang.

Kabupaten Tanah Datar, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 6.131 jiwa dan 6.137 di antaranya mengungsi ketempat yang lebih aman. Korban luka-luka sebanyak 5 orang, sedangkan korban hilang dan meninggal dunia dilaporkan nihil.

Kabupaten Solok, jumlah masyarakat terdampak sebanyak 49.306 jiwa dan sebanyak 1.194 orang di antaranya mengungsi ketempat yang lebih aman. Korban luka-luka berjumlah sebanyak 88 orang, sedangkan korban hilang dan meninggal dunia dilaporkan nihil.

Kabupaten Pesisir Selatan, jumlah masyarakat ter­dampak sebanyak 74.­523 jiwa dan sebanyak 2.700 orang di antaranya mengungsi ketempat yang lebih aman. Terdapat 1 korban hilang, sedangkan untuk korban luka dan meninggal dunia dilaporkan nihil.

Berdasarkan data ters­e­­but, dapat kita ketahui dari 16 daerah terdampak, ada 3 daerah yang nihil korban baik luka, hilang maupun meninggal dunia, yakni Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Ka­bupaten Limapuluh Ko­ta.

“Korban terbanyak terdapat di Kabupaten Agam, sebanyak 150 orang meninggal dunia dan 57 lainnya hilang. Sejumlah ma­sya­rakat di Kabupaten Agam juga kembali mengungsi akibat kembali turunnya hujan dengan intensitas sedang di daerah tersebut,” ungkap Sekdaprov Sumbar yang juga merupakan ex officio Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumbar.

Selain berdampak terhadap korban jiwa, bencana hidrometeoroligi ini juga berdampak terhadap rumah dengan rincian rusak ringan 5.431, rusak sedang 1.145, rusak berat 1.552 terendam 40.902, hilang/hanyut 703.

“Sementara itu fasilitas publik yang terdampak yaitu, rumah ibadah 153, fasilitas kesehatan 45, kantor 28, sekolah 170,”jelas Arry Yuswandi.

Ia menegaskan, data akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru. Ma­sya­rakat juga dapat mengakses informasi sementara tentang dampak bencana hidrometeorologi me­la­lui Website https://dash­boardben­cana.­sumbar­prov.­go.id/incident-region-detail/138f0b15-d4d8-41fa-a8ab-822550bfd9f8?id_­da­erah=1371

“Data terbuka untuk umum dan akan diperbaharui petugas dua kali sehari,” pungkasnya. (fan)