PDG. PARIAMAN, METRO—Warga Korong Padang Pulai, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Padang Pariaman kembali dikejutkan oleh penemuan satu jenazah perempuan yang diduga merupakan korban banjir, longsor, dan galodo yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Penemuan ini bermula ketika seorang warga yang tengah beraktivitas di sekitar aliran sungai melihat sesuatu menyerupai tangan manusia muncul di antara tumpukan material banjir, Kamis (11/12) sekitar pukul 17.15 WIB. Menyadari kejanggalan tersebut, warga itu langsung melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat.
Kapolsek Lubuk Alung, Iptu Riky Vrama, membenarkan adanya penemuan jenazah itu. Ia menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di area yang sulit dijangkau dan minim penerangan, sehingga proses evakuasi harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
“Benar, telah ditemukan satu jenazah berjenis kelamin perempuan. Diduga korban banjir bandang dan longsor. Saat ini proses evakuasi sedang berlangsung,” ungkap Iptu Riky.
Menurutnya, sebagian besar tubuh korban tertimbun material banjir serta terhimpit potongan kayu berukuran besar. Kondisi medan yang licin membuat petugas harus melakukan evakuasi secara manual karena alat berat tidak dapat mencapai titik lokasi.
Personel TNI dan Polri bersama warga tampak bahu-membahu mengangkat kayu dan material yang menahan tubuh korban. Proses tersebut berlangsung dramatis dan penuh kehati-hatian untuk menghindari risiko yang dapat membahayakan tim penyelamat.
Pantauan di lokasi menunjukkan tim gabungan bekerja keras di tengah kondisi minim cahaya. Warga yang memenuhi tepian sungai menyaksikan langsung upaya evakuasi yang memakan waktu cukup panjang akibat tubuh korban yang terjepit material banjir yang keras.
Hingga berita ini diturunkan, identitas korban belum dapat dipastikan. Namun petugas menyebut beberapa ciri fisik yang ditemukan, antara lain berjenis kelamin perempuan, memiliki rambut panjang, kuku agak panjang, serta memakai behel pada giginya.
Iptu Riky menambahkan bahwa jenazah akan dibawa ke fasilitas kesehatan untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim medis dan Inafis. “Kita masih menunggu hasil identifikasi lanjutan. Semoga segera diketahui siapa korban sehingga dapat disampaikan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga pascabencana agar segera melapor ke kantor polisi terdekat. Upaya pencarian korban lain masih terus dilakukan di sejumlah titik terdampak. (ozi)






