BERITA UTAMA

Batang Anai Mengamuk, Delapan Rumah Hanyut dalam Dua Pekan

0
×

Batang Anai Mengamuk, Delapan Rumah Hanyut dalam Dua Pekan

Sebarkan artikel ini
DITERJANG BANJIR BANDANG— Kondisi rumah yang diterjang banjir bandang di Perumahan Palapa Saiyo, Nagari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai Padang Pariaman, (10/12) siang.

PDG. PARIAMAN, METRO Derasnya aliran Sungai Batang Anai kembali menghanyut­kan tiga unit rumah milik warga Perumahan Palapa Saiyo, Na­gari Sungai Buluah Selatan, Kecamatan Batang Anai, Rabu (10/12) siang. Banjir bandang susulan ini terjadi setelah hujan le­bat mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya.

Peristiwa serupa sebelumnya terjadi pada Kamis (27/11), ketika lima rumah war­ga ikut terbawa arus. Dengan kejadian terbaru ini, total delapan rumah telah lenyap diseret banjir dalam dua pekan terakhir.

Wali Nagari Sungai Bu­luah Selatan, Medi Hendra, menyampaikan bahwa se­dikitnya 15–20 rumah lain yang berdiri di tepi Sungai Batang Anai kini berada dalam kondisi terancam.

“Sejak hujan tadi m­lam, Sungai Batang Anai kem­bali mengamuk dan me­nyeret tiga rumah. Alham­du­lillah tidak ada korban jiwa,” ujar Medi.

Ia menyebut, para pe­milik rumah yang hanyut sementara diungsikan ke rumah kerabat, tetangga, dan sebagian lainnya telah ditempatkan di tenda da­rurat yang didirikan BPBD Padang Pariaman.

Linda (55), salah se­orang warga, mengaku ketakutan jika hujan deras kembali turun. Ia menilai tebing sungai semakin ter­kikis dan mengancam hu­nian warga.

“Rumah sudah delapan yang hanyut. Tolong di­bangun dam penahan air. Kalau tidak, lama-lama habis semua rumah di Pala­pa ini,” ujarnya dengan nada harap dan kecewa.

Linda juga meminta perhatian pemerintah pu­sat agar memberi solusi cepat atas kondisi yang semakin membahayakan.

Kepala Polsek Batang Anai, Iptu Wadriadi, menye­butkan pihaknya telah turun ke lokasi se­telah menerima laporan dari warga tentang am­bruknya bangunan di tepi sungai.

Menurutnya, penyebab utama hanyutnya rumah-rumah tersebut adalah abrasi tebing sungai akibat derasnya debit air yang meningkat sejak dini hari.

Rumah-rumah yang ha­­­nyut adalah milik, Tina (61) – Blok C17, Hamini (55) – Blok C16, dan Mulyati (60) – Blok C14.

Ketiga unit tersebut berada tepat di garis tepi sungai, sehingga tidak mampu bertahan saat pon­dasi tanah di bawahnya tergerus aliran air.

“Tidak ada korban jiwa. Namun kerusakan material cukup besar dan masih dihitung,” kata Wadriadi.

Pihak kepolisian akan terus melakukan patroli serta pemantauan kondisi sungai untuk meng­an­tisi­pasi banjir susulan.

BPBD Padang Pariaman telah mendirikan tenda darurat sebagai tempat penampungan sementara. Pemerintah nagari juga terus melakukan koor­di­nasi untuk mencari solusi jangka panjang, termasuk usulan pembangunan tang­gul pengaman sungai.

“Kami sudah ber­koor­dinasi dengan pe­merintah daerah. Tanggul harus men­jadi prioritas agar ben­cana seperti ini tidak terus berulang,” jelas Wali Nagari Medi Hendra. (ozi)