AGAM/BUKITTINGGI

Pengungsi Tak Boleh Lama di Posko, BNPB Dorong Agam Percepat Penyiapan Huntara

0
×

Pengungsi Tak Boleh Lama di Posko, BNPB Dorong Agam Percepat Penyiapan Huntara

Sebarkan artikel ini
RAPAT KOORDINASI— BNPB menggelar rakor untuk membahas percepatan penanganan pengungsi korban bencana di Kabupaten Agam. Pembahasan tersebut dilaksanakan melalui rapat daring (Zoom Meeting) yang diikuti Pemerintah Kabupaten Agam dari Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung, Selasa (9/12).

AGAM, METRO–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi untuk mempercepat penanganan pengungsi korban ben­­cana di Kabupaten Agam.­ Rapat yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting itu diikuti Pemerintah Kabupaten Agam dari Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung, Selasa (9/12).

Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, ­bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir mengikuti rapat yang dipimpin pejabat BNPB, Dody Rus­wandi, serta Deputi Bi­dang Logistik dan Peralatan, Andi Eviana, M.Si.

Dalam arahannya, Andi Eviana menegaskan bahwa penanganan pengungsi ha­rus menjadi fokus utama pemerintah daerah. Peme­nu­han kebutuhan dasar, akses layanan kesehatan, ser­ta penyediaan sarana dan pra­sarana layak huni men­jadi poin penting yang harus segera dipastikan.

“Pengungsi harus di­tem­patkan di lokasi yang bermartabat dan dipenuhi seluruh kebutuhan dasarnya. Penanganan ini tidak bisa dilakukan oleh satu OPD saja, tetapi memerlukan kerja sama seluruh perangkat daerah,” tegas Andi.

Ia menambahkan, pengungsi tidak boleh terlalu lama tinggal di posko-posko darurat seperti masjid atau sekolah. BNPB mendorong agar mereka segera dipindahkan ke tempat tinggal lebih layak, baik Hunian Sementara (Huntara) maupun Hunian Tetap (Huntap), yang prosesnya diharapkan dapat dipercepat.

Dalam kesempatan ter­se­but, BNPB juga meminta agar seluruh data kebutuhan pengungsi dilaporkan melalui satu pintu, yakni BPBD Kabupaten Agam. Mekanisme ini dinilai penting untuk memastikan proses penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran dan terkoordinasi.

Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan koordinasi ter­sebut. Ia menyebut, perhatian BNPB menjadi dorongan kuat bagi daerah dalam mempercepat penanganan pengungsi.

“Seluruh OPD harus ber­­kolaborasi, berbagi informasi, dan menyusun data secara konkret, akurat, serta terintegrasi. Data yang kita susun harus benar-benar terkonfirmasi di lapangan,” tegasnya.

Ia berharap, rapat koordinasi ini dapat mempercepat pemulihan kondisi ma­sya­rakat terdampak bencana, sekaligus memastikan se­luruh penanganan berjalan lebih terarah dan tepat sasaran. (pry)