PADANG, METRO—Bangunan sekolah yang dihondoh banjir bandang pada Jumat (28/11) lalu, membuat seluruh siswa SDN 49 Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, tidak memiliki tempat belajar lagi. Tak ada yang bersisa sedikitpun.
Senin (8/12) ini, seluruh siswa SD mengikuti ujian Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS). Namun, karena tak ada lagi gedung sekolah, seluruh siswa terpaksa numpang ke sekolah lain.
“Gedung SDN 49 hanyut dibawa banjir, kini seluruh siswa harus numpang ujian di sekolah lain,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang melalui Sekretarisnya, Nurfitri, Senin (8/11).
Seluruh siswa SDN 49 harus menumpang di SD IT Buah Hati yang letaknya tak jauh dari bekas SDN 49. Sebanyak 84 siswa nampak serius mengikuti ujian meski saat banjir lalu ada yang menjadi korban.
“Ujian berlangsung dengan lancar, seluruh siswa tetap konsentrasi mengerjakan soal,” terang Nurfitri.
Ketika banjir lalu, seragam sekolah siswa ada yang hanyut terbawa banjir. Beruntungnya, seluruh siswa hadir tepat waktu dan mengenakan seragam sekolah lengkap. Sebab pada Kamis lalu, sejumlah siswa dibantu pakaian seragamnya oleh SD Kalam Kudus.
“Seluruh siswa melaksanakan ujian dengan berseragam lengkap, siswa dibantu pakaian seragamnya oleh pihak lain,” beber Nurfitri.
Nurfitri memastikan, pelaksanaan ujian akhir semester itu berlangsung lancar. Orang tua juga antusias mengantarkan anaknya ke sekolah.
Sisi lain Nurfitri mengatakan, cukup banyak siswa sekolah di Kota Padang yang terdampak bencana banjir pada akhir November lalu. Disdikbud mencatat, sebanyak 1.229 ikut menjadi korban banjir lalu.
“Ada 1.229 siswa terdampak, 640 orang siswa SMP dan 589 siswa SD,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD Padang Muharlion saat meninjau langsung SDN 49 Batang Kabung beberapa waktu lalu, ia menegaskan komitmen DPRD untuk segera mencari solusi konkret bagi siswa yang kehilangan sekolah.
Muharlion meminta agar tanah milik Pemerintah Kota Padang yang sebelumnya direncanakan sebagai lokasi Koperasi Merah Putih dapat dialihkan menjadi lahan pembangunan sekolah baru. Menurutnya, pendidikan harus menjadi prioritas utama.
Ia juga menegaskan pentingnya Dinas Pendidikan menyiapkan proposal pembangunan sekolah. Dengan demikian, jika ada kunjungan dari kementerian terkait, dokumen sudah siap diserahkan untuk mendapatkan dukungan percepatan pembangunan.
Selain itu, Muharlion mengusulkan agar gedung-gedung milik Pemko yang saat ini tidak terpakai dapat difungsikan sementara sebagai ruang belajar. Untuk kebutuhan ujian semester, siswa akan diarahkan mengikuti ujian di TK terdekat dan SDIT Buah Hati.
Menurutnya, langkah cepat ini merupakan wujud komitmen DPRD Kota Padang dalam memastikan pendidikan anak-anak tidak terganggu meskipun sekolah mereka terdampak bencana. Prioritas utama adalah memastikan proses belajar tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kita tidak ingin anak-anak kehilangan hak mereka untuk belajar dan mengikuti ujian. Semua langkah ini kita lakukan demi masa depan generasi kita,” tutup Muharlion. (ren)






