METRO SUMBAR

Harapkan Peningkatkan Kontribusi untuk Ekonomi, 302 UMKM dapat Bantuan Pemerintah

0
×

Harapkan Peningkatkan Kontribusi untuk Ekonomi, 302 UMKM dapat Bantuan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
BANTUAN ALAT USAHA— Sebanyak 302 UMKM di Solsel mendapatkan bantuan peralatan untuk mendukung produksi seperti alat masak, peralatan bengkel, etalase, mesin jahit.

PADANG ARO, METRO–Mengingat pentingnya peran UMKM untuk mendorong ekonomi daerah, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memberikan bantuan kepada sebanyak 302 UMKM di tahun ini. Kegiatan ini merupakan upaya berkesinambungan yang dilakukan oleh pemerintah untuk terus me­ningkatkan kapasitas UM­KM.

Bupati Solok Selatan H. Khairunas mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah, karena langsung bersentuhan dengan ma­syarakat dan mampu me­nyerap tenaga kerja.

“Untuk itu pemerintah berkomitmen untuk terus mengembangkan dan me­ningkatkan UMKM melalui program yang kita sebut sebagai ‘UMKM Naik Ke­las’,” kata Khairunas saat menyerahkan bantuan pe­ralatan UMKM di RTH Solok Selatan di Padang Aro, Senin (8/12).

Sebanyak 302 UMKM yang mendapatkan bantuan ini tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Solok Selatan. Peralatan yang diberikan merupakan peralatan untuk mendukung produksi seperti alat masak, peralatan bengkel, etalase, mesin jahit, dan banyak lainnya.

Khairunas menegaskan bahwa peran UMKM sangat penting dalam men­­dorong ekonomi daerah. Menurut data, sejak 2021 tercatat rata-rata pertumbuhan ekonomi yang di­sumbang oleh UMKM mencapai 4,09%. “Angka ini menunjukkan bahwa UM­KM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah kita,” imbuhnya.

Saat ini pemerintah ka­bupaten telah memberikan pembinaan kepada seba­nyak 11.113 pelaku UM­KM, angka ini telah meningkat dari beberapa tahun terakhir yang sebelumnya sebanyak 9.828 UMKM.

Dalam tiga tahun terakhir, pemerintah kabupaten telah menyalurkan bantuan peralatan sebanyak 1.323 unit dengan total anggaran sebesar Rp 2,3 mi­liar. Pemerintah pun turut melibatkan UMKM dalam even yang digelar di dae­rah untuk memperkenalkan UMKM ke khalayak yang lebih luas lagi.

“Kita juga telah me­ngembangkan e-Katalog lokal Kabupaten Solok Selatan yang diisi oleh para pelaku UMKM kita, agar produk lokal bisa masuk dalam sistem pengadaan pemerintah,” je­lasnya.

Kendati demikian, kendala yang dihadapi saat ini masih rendahnya jang­kauan pasar dari UMKM di Solok Selatan. Khairunas menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong agar UMKM bisa menjangkau pasar yang lebih luas, baik regional maupun nasional. (jef)