METRO SUMBAR

Bencana Hidrometeorologi sebagai Ujian dan Peringatan dari Allah SWT

0
×

Bencana Hidrometeorologi sebagai Ujian dan Peringatan dari Allah SWT

Sebarkan artikel ini
SUBUH MUBARAKAH— Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah berikan arahan saat dalam kegiatan Subuh Mubarak di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (7/12).

PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Ba­rat (Sumbar) , Mahyeldi Ansharullah menyampaikan rangkaian bencana hidrometeorologi yang ter­­jadi dalam beberapa hari terakhir, seperti banjir, longsor, hingga hujan ekstrem, merupakan ujian, teguran, sekaligus peringatan dari Allah SWT. Melalui musibah ini, umat di­ i­ngatkan untuk memperbaiki diri dan semakin menyadari kebesaran-Nya.

“Surah Al-Baqarah ayat 286 mengingatkan kepada kita bahwa ujian bukanlah hukuman. Ia adalah cara Allah mengangkat derajat kita, menghapus dosa-do­sa kita, serta menguatkan solidaritas dan kepedulian di antara kita,” ujar Mah­yeldi dalam kegiatan Su­buh Mubarak di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (7/12).

Gubernur menegaskan di tengah ujian ini, ma­syarakat tidak hanya dituntut untuk sabar dan ikhlas secara personal, tetapi juga tanggap dan sigap secara profesional. Ia mencontohkan bagaimana perangkat daerah dan instansi terkait lainnya be­kerja siang dan malam untuk mengevakuasi warga, menyalurkan bantuan, mem­buka akses jalan yang terputus, serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak.

“Dalam pendistribusian bantuan, saya minta agar tepat sasaran. Jangan hanya berfokus pada posko, tetapi pastikan bantuan sampai langsung kepada warga yang benar-benar terdampak,” tegasnya.

Mahyeldi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah terlibat dalam penanganan bencana. Ia mendo’akan, semoga itu dinilai Allah Sebagai amal ibadah. “Kami berdoa semoga setiap te­tes keringat menjadi amal jariyah. Semoga Allah mem­­balas semua kebaikan dengan pahala yang berlipat,” ungkapnya.

Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa tugas belum selesai. Proses pemulihan, pembersihan, dan pendataan masih terus berlangsung. Karena itu, seluruh pihak diminta untuk tetap menjaga semangat, empati, dan profesionalisme. “Saya me­nyaksikan sendiri bahwa masyarakat Sumbar adalah masyarakat yang tang­guh. Meski berduka, mereka tetap sabar, bergotong royong, saling mengu­at­kan, dan tidak saling me­nyalahkan. Inilah nilai luhur kearifan lokal kita,” sebutnya.

Dalam kesempatan ter­sebut, Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Dr. H. A­mirsyah Tambunan, SH yang telah menyampaikan tausiyah dengan tema  “Hi­dupmu Kan Selalu Diuji, Maka Selalulah Ikhlas dan Bersabar”, yang menjadi penguat bagi jamaah da­lam kegiatan Subuh Mu­barak tersebut. (fan)