BERITA UTAMA

Tak Mau Pilih Pemimpin Kaleng-kaleng, PKB Gelar Uji Kelayakan untuk Calon Ketua DPW se-Indonesia

0
×

Tak Mau Pilih Pemimpin Kaleng-kaleng, PKB Gelar Uji Kelayakan untuk Calon Ketua DPW se-Indonesia

Sebarkan artikel ini
Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Legislatif dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar.

JAKARTA, METRO–Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) menggelar Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) bagi para calon ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB se-Indonesia. Melalui cara ini, PKB berharap memiliki pemimpin yang berkompeten di setiap wilayah.

UKK gelombang pertama ini diikuti 50 calon ketua DPW dan berlangsung selama dua hari di kantor DPP PKB, Jakarta pada 8-9 Desember 2025. PKB memastikan proses rekrutmen pemimpin wilayah berjalan transparan, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“UKK ini adalah bentuk transparansi PKB dalam menjaring calon ketua DPW. Kita ingin memastikan setiap kandidat memiliki kapasitas, karakter kepemimpinan, dan integritas yang kuat,” kata Ketua DPP PKB Bidang Pengelolaan Organisasi, Legislatif dan Eksekutif, Abdul Halim Iskandar.

Halim mengatakan, partai­nya serius dalam mencari pe­mimpin. Oleh karena itu, tes yang dijalankan pun tidak sebatas formalitas belaka

“UKK ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah ikhtiar serius PKB memastikan bahwa calon ketua DPW benar-benar memiliki kapasitas, integritas, dan kemampuan memimpin. Kekuatan PKB di masa depan sangat ditentukan oleh kualitas pemimpinnya,” sambungnya.

Halim menjelaskan, UKK sejalan dengan gagasan dan arah perjuangan Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, yang menempatkan penguatan struktur sebagai fondasi utama bangunan politik PKB. Menurutnya, ketua umumbselalu menekankan bahwa kemenangan PKB tidak boleh bertumpu pada figur semata, melainkan pada struktur yang modern, solid, dan dikelola oleh pemimpin yang kompeten.

“Gagasan besar Ketua Umum adalah membangun struktur yang berdaya, struktur yang benar-benar bekerja untuk rakyat. UKK ini adalah pe­nerjemahan langsung dari visi itu. Kita ingin memastikan se­tiap DPW berada di tangan pe­mimpin yang punya kecakapan dan orientasi perjuangan yang selaras dengan garis kepe­mimpinan beliau,” jelas Halim.

Dalam tes ini, PKB juga menghadirkan penguji profesional. Para calon diwajibkan menjalani serangkaian tes psikometri dan penilaian ke­pemimpinan, mulai dari FCAT, MSDT, tes grafis, FTPI hingga LSQ.

Pada hari kedua, peserta memasuki tahap penilaian substantif melalui presentasi ga­gasan dan pemaparan visi–misi. Setelah itu, para calon ketua DPW mengikuti Leaderless Group Discussion (LGD) untuk mengukur kemampuan kolaborasi, komunikasi strategis, pemecahan masalah, hingga ke­pemimpinan situasional.

“Kami ingin DPW dipimpin oleh kader terbaik. Mereka yang bukan hanya punya ga­gasan besar, tetapi juga energi dan komitmen untuk membesarkan PKB dan melayani rakyat,” ujarnya.

Halim menegaskan, PKB membutuhkan ketua DPW yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki kapasitas ma­najerial, visi pembangunan, dan kemampuan menggerakkan struktur hingga tingkat akar rumput.

“PKB tumbuh karena kerja kolektif. Maka para pemimpinnya harus kuat, matang, dan mampu membawa energi positif bagi kemajuan partai. UKK ini adalah gerbang awal untuk menyeleksi kader terbaik,” tandasnya. (jpg)