BERITA UTAMA

Kepedulian dan Kebersamaan jadi Kekuatan Hadapi Musibah, Wako Ramadhani Kirana Putra dan Wawako Suryadi Nursal Turun Langsung Sentuh Masyarakat Terdampak Bencana

0
×

Kepedulian dan Kebersamaan jadi Kekuatan Hadapi Musibah, Wako Ramadhani Kirana Putra dan Wawako Suryadi Nursal Turun Langsung Sentuh Masyarakat Terdampak Bencana

Sebarkan artikel ini
WALI Kota Solok Ramadhani Kirana Putra bersama Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal memberikan pemaparan dampak banjir kepada Wamendagri Bima Arya.

KEPEDULIAN dan keber­samaan terbukti menjadi kekua­tan bagi Pemerintah Kota Solok bersama warganya dalam menghadapi musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di kota beras itu.

Dampak banjir begitu tera­sa dan menyisakan kesedihan men­dalam bagi warga yang menjadi korban bencana alam itu. Harta benda, rumah dan fasilitas umum habis dan hancur akibat banjir yang menghatam dan merendam permukimanan warga.

Akibat dampak banjir yang begitu luas, Pemerintah Kota Solok mengeluarkan status darurat bencana 25 November 2025 hingga 8 Desember 2025. Dalam status ini perhatian penuh tertuju pada penanggu­langan bencana.

Wali Kota Solok, Rama­dhani Kirana Putra, dan Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nur­dal, turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan pasca banjir berjalan cepat dan menyentuh seluruh masyarakat yang ter­dam­pak.

Titik demi titik terdampak banjir dikunjungi Ramadhani dan Suryadi Nurdal tanpa lelah. Kondisi warga, kerusakan rumah dan fasilitas umum, serta kebutuhan mendesak ma­sya­ra­k­at menjadi fokus utama dalam penanganan dampak banjir.

Tidak hanya meninjau, Ra­madhani dan suryadi Nurdal turut bergabung dengan war­ga, relawan, serta petugas untuk membersihkan lumpur dan material yang masih me­num­puk di kawasan permu­ki­man.

“Dalam setiap bencana, selalu ada kekuatan yang mun­cul dari kebersamaan. Pe­merin­tah Kota Solok akan me­mastikan pemulihan ber­lang­sung cepat, dan kebutuhan sau­dara-sau­dara kita yang ter­dampak terpenuhi,” ujar Rama­dhani.

Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kota Solok juga dikerahkan membantu penanggulangan bencana.

Kehadiran pemerintah me­nun­jukkan bahwa pemerintah tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga mengh­a­dirkan rasa aman, kepedulian, dan harapan bagi warganya.

“Musibah bisa datang tiba-tiba, namun kebersamaan dan kepedulian akan selalu menjadi fondasi kuat Kota Solok untuk bangkit—lebih tangguh dari sebelumnya,” tambah Ra­madhani ikut merasakan apa yang dirasakan warganya.

Dia menegaskan bahwa gerak cepat dan kerja ber­gotong royong adalah kunci untuk mengatasi dampak ben­ca­na secara efektif. Dan itu ter­buk­ti.

Dipastikannya, Pemerintah Kota Solok menyatakan komit­men­nya untuk terus memberi­kan dukungan maksimal, baik dari sisi tenaga, perlengkapan, maupun penanganan kebu­tuhan masyarakat. Uapaya itu demi mempercepat pemulihan pascabanjir di seluruh wilayah terdampak.

Ramadhani juga meng­upa­yakan kolaborasi lintas lembaga dalam percepatan penanganan dampak bencana di wilayah Kota Solok. Berbagai bantuan yanh datang diha­rapkan dapat meringankan keb­utuhan warga dan mendukung pemulihan pascabencana.

“Kami hadir untuk memas­tikan masyarakat tidak sendirian menghadapi bencana ini. In­sya­Allah, pemerintah bersama seluruh pihak akan terus be­kerja hingga kondisi kembali pulih,” ujar Wali Kota.

Sementara itu, Suryadi Nur­dal menegaskan pen­tingnya kesiapsiagaan dan kerja kolektif seluruh unsur. Penanganan pasca banjir tidak boleh me­nunggu. Semua pihak harus ber­gerak bersama, saling me­nguatkan, dan menjaga se­mangat gotong ro­yong yang men­jadi identitas ma­syarakat Ko­ta Solok.

Dia juga menekankan pen­tingnya percepatan pe­nanga­nan di lapangan serta pengua­tan koordinasi antar pemangku k­epentingan.

Penyaluran bantuan dari BNPB ini juga menjadi bagian dari upaya percepatan pe­nanga­nan darurat banjir yang saat ini terus dikoordinasikan di berbagai titik terdampak di Kota Solok.

Dalam bencana banjir yang melanda Kota Solok setidaknya mengakibatkan 9 Kelurahan di Kota Solok terdampak banjir yang cukup parah.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS PB) BPBD Kota Solok sementara, tercatat se­banyak 9.375 jiwa dari 2.978 Kepala Keluarga terdampak banjir. Selain itu bencana ini juga mengakibatkan kerusakan di sektor pertanian seluas 106,9 hektare di Kecamatan Lubuk Sikarah.

Sementara sektor peter­na­kan mengalami kerugian de­ngan 18 ekor sapi, 62 ekor kambing dan 50 ekor itik ter­dampak serta 1.200 ekor ayam mati. (***)