BERITA UTAMA

Tim Konseling Trauma UNP Dampingi Korban Banjir Bandang di Agam

2
×

Tim Konseling Trauma UNP Dampingi Korban Banjir Bandang di Agam

Sebarkan artikel ini
UNP kembali memperluas aksi kemanusiaan melalui program pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

AGAM, METRO–Universitas Negeri Padang (UNP) kembali memperluas aksi kemanusiaan melalui program pendampingan psikososial bagi penyintas banjir bandang di Jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam.

Tim konseling trauma resmi diterjunkan ke lokasi melakukan layanan konseling pascabencana. Sebelumnya UNP mendirikan posko utama sejak Jumat (6/12), menyalurkan logistik, serta mengirim relawan pembersihan rumah dan material longsor di wilayah terdampak.

Tim Konseling Gelombang pertama terdiri 19 Dosen serta Mahasiswa Departemen Bimbingan dan Konseling UNP jenjang S1, S2, S3, dan Program Pendidikan Profesi Konselor. Kegiatan yang berlangsung tiga hari, Jumat hingga Senin (6–8/12), bekerja sama dengan Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN).

Mereka ditempatkan langsung di titik-titik pengungsian dan pemukiman warga yang mengalami dampak terparah. Tim fokus utama pada individu yang mengalami gejala PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), penguatan resiliensi pascabencana, serta anak-anak yang juga membutuhkan dukungan psikologis.

Tim konseling memberikan layanan untuk membantu korban mengatasi trauma yang timbul akibat bencana, serta memberikan pemulihan emosional kepada masyarakat terpapar dampak dari peristiwa tersebut.

Pendampingan diberikan kepada warga yang mengalami trauma, kecemasan dan tekanan psikologis akibat bencana. Layanan dilakukan melalui sesi konseling individu dan kelompok, termasuk aktivitas pemulihan psikologis bagi anak-anak yang kehilangan tempat tinggal.

Tim menggunakan pendekatan suportif dengan permainan edukatif, relaksasi, serta komunikasi terapeutik untuk menenangkan warga agar kembali stabil secara emosional,” ungkap Kepala Departemen Bimbingan Konseling UNP Dr. Zadrian Ardi, S.Pd., M.Pd., Kons, Senin (8/12).

Berdasarkan laporan di lapangan, sebagian penyintas mengalami kesulitan tidur, hilang motivasi hingga tanda-tanda stres pascatrauma akibat kehilangan rumah ataupun harta benda. Kehadiran Tim Konseling diharapkan mampu membantu mereka menata kembali kondisi mental menghadapi proses pemulihan yang masih panjang.

Program ini menjadi lanjutan dari rangkaian kegiatan UNP Peduli Bencana yang sejak awal Desember telah bergerak cepat merespons banjir bandang di Agam. Setelah tahap penyaluran bantuan logistik dan pembersihan material longsor oleh relawan, UNP kini fokus pada pemulihan psikososial sebagai bagian penting dalam proses bangkitnya masyarakat terdampak.

Tim konseling gelombang kedua direncanakan kembali diberangkatkan sesuai evaluasi dan kebutuhan warga di lapangan. UNP menegaskan komitmen terus hadir mendampingi korban secara berkelanjutan, baik dari sisi bantuan fisik maupun dukungan kesehatan mental. Upaya ini menjadi bentuk kontribusi kampus dalam mendukung pemulihan pascabencana secara menyeluruh.(rel/fan)