METRO PADANG

Status Tanggap Darurat Segera Berakhir, Gubernur Mahyeldi Tinjau Proses Rekapitulasi Data Dampak dan Penanganan Bencana

0
×

Status Tanggap Darurat Segera Berakhir, Gubernur Mahyeldi Tinjau Proses Rekapitulasi Data Dampak dan Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini
TINJAU POSKO— Gubernur Mahyeldi saat melakukan peninjauan ke Posko Terpadu Penanggulangan Darurat Bencana Sumbar, yang berlokasi di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Minggu (7/12).

PADANG, METROGubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mah­yeldi Ansharullah meninjau langsung proses rekapitulasi data dampak dan penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah di provinsi tersebut. Ia menye­but, peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan terkini di lapangan dan mengukur evektivitas lang­kah penanganan yang te­lah dilakukan.

“Besok masa status tanggap darurat  akan berakhir, kesahihan data pen­ting karena akan menjadi dasar pengambilan kebijakan selanjutnya,” tutur Mahyeldi saat melakukan peninjauan ke Posko Terpadu Penanggulangan Da­ru­rat Bencana  Sumbar, yang berlokasi di Aula Kantor Gubernur Sumbar, Ming­­gu (7/12).

Dalam peninjauan ter­sebut, Gubernur Mahyeldi didampingi Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol Mayjen TNI Arief Gajah Mada, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi, Kalaksa BPBD Sumbar Era Sukma Munaf, serta sejumlah perangkat daerah. Mereka bersama-sama mengecek sejumlah titik terdampak dan memastikan kesiapsiagaan tim di lapangan.

“Kami memastikan seluruh unsur pemerintah daerah bergerak cepat. Penanganan darurat harus diprioritaskan, terutama evakuasi, pembukaan akses jalan, serta distribusi logistik,” tegasnya.

Terkait mitigasi jangka panjang, Gubernur Mah­yeldi menyampaikan bahwa Pemprov Sumbar telah menggalakkan penanaman pohon di hutan pro­duktif yang berpotensi ra­wan bencana. Pemerintah juga telah mengidentifikasi titik-titik rawan longsor dan melarang warga mendirikan bangunan di area tersebut.

Ia menyebut penanaman pohon bambu yang telah dilakukan sejak sembilan bulan lalu merupakan langkah penting, karena tanaman tersebut terbukti mampu menahan aliran air saat curah hujan tinggi.

“Ini sejalan dengan pepatah ‘bagaikan aur dengan tebing’, yang menggambarkan pentingnya saling membantu dan melengkapi. Akar bambu men­cengkeram tebing agar tidak longsor, sementara tebing menopang bam­bu untuk tumbuh,” je­las­nya.

Makna pepatah itu, ka­ta Gubernur, mencerminkan pentingnya kerja sama semua pihak dalam menjaga wilayah dari bencana. Pemerintah pun ber­komit­men terus berkolaborasi dengan TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan ma­syarakat.

“Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Kami meminta seluruh pihak tetap siaga, menjaga komunikasi, dan mematuhi arahan petugas di lapangan serta jangan terpengaruh dengan isu-isunyang tidak je­las sumber informasinya,” tambahnya.

Sementara itu, Pang­dam XX/Tuanku Imam Bon­jol Mayjen TNI Arief Gajah Mada menyampaikan dalam kesempatan ini, tadi pihaknya secara simbolis menyerahkan empat batang pohon bambu kepada pemerintah provinsi. Itu merupakan simbol energi, edukasi, efisiensi, dan eko­nomi dan sinerginya dengan Pemerintah Daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Bambu tumbuh cepat, kokoh, lentur saat diterpa angin, serta memiliki akar kuat yang mampu ber­adap­­tasi dengan lingkungan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pem­­prov Sumbar sebelumnya telah melakukan penanaman bambu di beberapa daerah rawan bencana. “Kami hanya melanjutkan. Salut untuk Gubernur Sumbar yang sudah memulai lebih dulu,” katanya.

Mayjen Arief juga menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk menyamakan pola tindakan dalam penanganan korban terdampak bencana hidrometeorologi.

Hingga kini, ia menyebut, tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pendataan kerusakan, sembari memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. (fan)