AGAM, METRO—Upaya pencarian korban banjir bandang di Palembayan, Kabupaten Agam, terus dikebut tanpa henti oleh Tim SAR Gabungan. Hingga Sabtu (6/12) pukul 17.00 WIB, pencarian masih berlangsung intensif di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Kepala Kantor SAR Padang selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Abdul Malik, mengungkapkan bahwa tim bekerja dalam medan yang sangat berat.
“Tim bergerak di medan yang sulit, berlumpur tebal, dan dipenuhi reruntuhan. Namun semangat untuk menemukan para korban tetap tak pernah surut,” ujarnya.
Dari laporan lapangan, SRU Alpha Basarnas berhasil mengevakuasi satu korban bernama Samsimar (73), perempuan lansia yang ditemukan di Jorong Kampung Tangah Timur, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, pada pukul 14.19 WIB. Ia diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat banjir bandang menerjang pemukiman.
Sementara itu, SRU Bravo Basarnas melakukan penyisiran ke wilayah Sawah Laweh, Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia Induk, sektor yang disebut paling menantang karena terisolasi dan sulit dijangkau.
“Di lokasi ini, situasi lebih berat karena wilayah terisolasi dan sulit dijangkau tim penyelamat,” jelas Abdul Malik.
Di sektor tersebut, lima korban tanpa identitas berhasil dievakuasi. Korban pertama merupakan perempuan dewasa yang ditemukan pada pukul 10.15 WIB. Menyusul kemudian tiga laki-laki, dua dewasa dan satu anak-anak, yang ditemukan hampir bersamaan pada pukul 14.40 WIB dan 15.40 WIB.
Pada pukul 15.40 WIB pula, seorang anak perempuan ditemukan, sehingga total korban yang dievakuasi di sektor itu berjumlah lima orang. Seluruhnya masih berstatus Mr X dan Ms X karena belum teridentifikasi.
Abdul Malik menegaskan bahwa operasi SAR bukan hanya kerja teknis, melainkan misi kemanusiaan.
“Setiap korban yang dievakuasi adalah seseorang yang ditunggu keluarga di rumah, yang punya cerita hidup, dan hilang dalam keadaan tragis,” ucapnya.
Ia menambahkan, semangat para rescuer tidak hanya didorong profesionalitas, tetapi juga empati yang mendalam terhadap para penyintas dan keluarga korban.
Meski cuaca tidak menentu dan akses medan masih menjadi tantangan, koordinasi terpadu antarinstansi tetap berjalan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarga.
“Setiap jejak, bau tanah basah, hingga benda yang mencurigakan diperiksa dengan teliti, sebab di baliknya bisa saja terdapat korban yang belum ditemukan,” tutur Abdul Malik.
Hingga berita ini terbit, pencarian masih dilanjutkan terutama di area lembah dan tepian sungai yang sebelumnya meluap. (pry)






