PESSEL, METRO—Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Nasional Puncak Sungaipenuh–Tapan, Sabtu (6/12) sekitar pukul 17.30 WIB. Sebuah kendaraan R6 odong-odong yang mengangkut rombongan wisatawan dari Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, terperosok ke dalam jurang sedalam sekitar 10 meter di KM 30, Puncak Sungai Penuh.
Peristiwa nahas ini menewaskan tiga orang, masing-masing satu laki-laki dan dua perempuan. Selain itu, 17 penumpang mengalami luka-luka.
Kecelakaan terjadi saat odong-odong yang dikemudikan Bujang S. (55) melaju dari arah Sungai Penuh menuju Tapan dengan kecepatan sedang. Saat memasuki tikungan tajam, rem kendaraan diduga blong, membuat pengemudi kehilangan kendali. Kendaraan menabrak pembatas jalan sebelum terpental ke jurang.
Pj Wali Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Zulhajrizal, menyampaikan bahwa rombongan berangkat menggunakan dua unit odong-odong menuju Kerinci sejak pagi.
“Odong-odong dari Lakitan, rombongan dua unit. Kejadian lewat Jembatan Dua, wilayah TNKS, masuk daerah Jambi. Rombongan tadi pagi menuju Kerinci, pulangnya masuk jurang,” ujar Zulhajrizal.
Seluruh korban luka telah dievakuasi ke RSUD Tapan, sementara tiga korban meninggal sudah teridentifikasi.
Kapolsek Tapan, AKP Dedy Arma, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut titik kejadian berada sekitar 6 kilometer dari perbatasan Sumbar–Jambi, masuk wilayah hukum Polres Kerinci.
“Kejadian sekitar pukul 17.30 WIB. Laka tunggal satu unit odong-odong di Jalan Raya Tapan–Kerinci. Laporan lengkap menyusul,” katanya.
Rekaman video warga yang beredar di media sosial juga memperlihatkan suasana panik saat proses evakuasi korban di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Kerinci, IPTU Into Sujarwo, S.AP, menjelaskan bahwa kondisi jalan di lokasi berupa aspal dengan lebar hanya 5 meter, tikungan tajam dan tanpa rambu lalu lintas. Cuaca cerah saat kejadian, dan area sekitar merupakan kawasan perkebunan.
Dari pemeriksaan awal disebutkan bahwa aspek kendaraan dalam keadaan baik, namun pengemudi tidak memiliki SIM B1 sesuai ketentuan jenis kendaraan tersebut. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp5 juta.
Polisi telah melakukan langkah penanganan antara lain, mengamankan lokasi kejadian, olah TKP, pendataan saksi, melaporkan kejadian ke pimpinan, evakuasi kendaraan dari jurang.
IPTU Into Sujarwo mengimbau masyarakat agar memastikan kelayakan kendaraan dan kelengkapan izin mengemudi sebelum berpergian, terutama pada jalur pegunungan. (rio)






