METRO PADANG

Seluruh Seragam dan Perlengkapan Sekolah Dihondoh Banjir, Ratusan Siswa SDN 07 Gurun Laweh Gunakan Pakaian Bebas, Jalani Trauma Healing

0
×

Seluruh Seragam dan Perlengkapan Sekolah Dihondoh Banjir, Ratusan Siswa SDN 07 Gurun Laweh Gunakan Pakaian Bebas, Jalani Trauma Healing

Sebarkan artikel ini
PEMULIHAN MENTAL— Siswa SDN 07 Gurun Laweh yang menjadi korban banjir bandang mendapat trauma healing dengan cara bermain untuk memulihkan mental mereka, di halaman sekolah.

PADANG, METRO–Pemandangan berbeda terlihat di SDN 07 Gurun Laweh, Kota Padang, pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut. Ratusan siswa terpaksa datang ke sekolah menggunakan pakaian bebas karena seragam dan perlengkapan sekolah mereka hanyut atau rusak diterjang banjir.

Kondisi ini menyisakan trauma mendalam bagi para siswa. Merespons hal tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang bergerak cepat mem­berikan du­ku­ngan pe­mu­lihan psiko­sosial atau trau­­ma healing untuk me­ngem­­­balikan senyum anak-anak.

Sekretaris Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan Kota Padang, Nurfitri, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Berdasarkan data di lapangan, mayoritas siswa di sekolah terdampak kini ti­dak lagi memiliki kelengkapan belajar yang memadai.

“Hampir 80 persen dari total peserta didik di wila­yah itu, atau sekitar 180 siswa, belum memiliki seragam sekolah karena perlengkapan mereka hilang saat bencana. Namun, pendidikan harus tetap berjalan, dan yang terpenting adalah memulihkan mental mereka terlebih dahulu,” ujar Nurfitri, Sabtu (6/12)

Untuk menangani dampak psikologis ini, Disdikbud menurunkan tim dari Unit Pelaksana Teknis Da­erah Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (UPTD LDPI). Langkah ini diambil untuk mengembalikan keseimbangan emosi, mengurangi kecemasan, serta memulihkan rasa aman siswa agar mereka kembali bersemangat untuk bersekolah.

Nurfitri menjelaskan bahwa pendekatan yang dilakukan adalah menularkan kebahagiaan untuk memulihkan fungsi sosial anak agar dapat beraktivitas normal kembali. Tim LDPI merancang metode permainan yang menciptakan suasana positif, inklusif, dan ramah anak.

Beragam metode interaktif diterapkan di halaman sekolah. Mulai dari sesi menggambar yang bertujuan untuk asesmen awal kondisi psikologis anak, permainan tepuk tangan saat bola melambung untuk melatih kembali fokus, hingga permainan tradisional ular naga yang efektif memancing ekspresi bahagia dan membakar semangat peserta didik.

Suasana haru bercampur bahagia pecah ketika sesi diakhiri dengan pembagian hadiah. Tim memberikan bingkisan berupa makanan ringan, susu, dan wafer yang sangat disukai anak-anak untuk menambah keceriaan mereka.

“Kami berharap trauma healing yang diberikan ini dapat mempercepat proses pemulihan mental anak-anak serta memperkuat ketahanan psikologis mereka. Dengan begitu, mereka bisa kembali beraktivitas di lingkungan sekolah dengan ceria tanpa bayang-bayang ketakutan akan bencana,” pungkas Nurfitri. (ren)