BERITA UTAMA

Makwaslu Minta KPU Jujur

0
×

Makwaslu Minta KPU Jujur

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam Emak-emak Pengawas Pemilu (Makwaslu) Forum Relawan Sumatera Barat melakukan aksi demonstrasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar, Selasa (30/4).
Dalam aksinya, mereka membawa spanduk yang dibuat dari kertas karton dengan berbagai macam tulisan seperti, Makwaslu Menuntut KPU untuk Jujur, KPU Tak Jujur Tenggelamkan, serta KPU Jangan Curang Selamatkan Anak Cucu.
Terlihat juga emak-emak ini bernyanyi dan berselawat saat lakukan aksi damai. Sementara itu, sejumlah aparat kepolisian menutup pagar gedung KPU Sumbar, dan melakukan penjagaan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
“KPU harusnya bisa melakukan pekerjaannya secara profesional menghitung suara. Banyak kesalahan hitung, input data yang terjadi dan ironisnya data itu tersebar di tengah masyarakat,” kata koordinator lapangan Makwaslu, Lismawati, saat berorasi di depan kantor KPU Sumbar.
Lismawati meminta KPU Sumbar untuk menyelenggarakan pemilu secara jujur, adil dan transparan. Makwaslu Forum Relawan Sumbar ini juga menyerukan kepada KPU sebagai penyelenggara pemilu untuk tidak diam menyikapi jatuhnya korban yang mengarah kepada indikasi kejahatan terstruktur yang harus dipertanggungjawabkan KPU.
“Kami juga menolak pemilu ulang dan menyerukan aparat keamanan harus bersikap netral, tidak boleh condong terhadap satu pihak manapun,” kata wanita yang juga aktif di BOM (Barisan Oma-oma Militan) ini.
Dalam tuntutannya, Makwaslu Forum Relawan Sumbar juga menyerukan ke Bawaslu untuk mendiskualifikasi pasangan Capres dan Cawapres yang secara terstruktur, sistematis dan masif melakukan kecurangan dan kezaliman.
Setelah melakukan orasi sekitar setengah jam yang di mulai pukul 10.00 WIB, emak-emak ini diterima Ketua KPU Sumbar Amnasmen. Sejumlah perwakilan emak-emak diberi kesempatan masuk ke kantor KPU Sumbar untuk melakukan dialog dengan Amnasmen dan Komisioner KPU Yanuk.
Amnasmen mengatakan, aspirasi emak-emak tersebut telah dijalankan KPU Sumbar yang dituntut menyelenggarakan pemilu secara jujur, adil dan transparan. “Kita melaksanakan tugas di bawah sumpah yang tidak main-main. Tidak jarang kita mendapatkan perlakuan yang tidak enak, seperti caci maki, godaan dan lainnya,” katanya.
Setelah lebih kurang satu setengah jam melakukan pertemuan dengan KPU dan aspirasinya diterima KPU Sumbar, puluhan emak-emak itu membubarkan diri dengan damai.
Aksi demo Makwaslu ini mendapat penjagaan ketat dari personel Polresta Padang. Setidaknya ada 127 personel kepolisian yang berjaga di gedung yang berada di Jalan Pramuka Raya, Kota Padang itu.
Kabag Ops Polresta Padang, Kompol Alwi Haskar mengatakan, pada hari ini karena mendapatkan surat perintah akan adanya aksi damai yang diakan oleh MakWaslu, pihaknya langsung bergerak untuk melakukan pengawasan.
“Di sini kami melakukan penjagaan dan pengawasan seperti personel Polwan sebagai tim yang melakukan negosiasi kepada peserta aksi,” katanya.
Ia juga mengatakan, untuk pengamanan demo yang dilakukan oleh Makwaslu ini dilakukan pendekatan secara preventif dan preemtif.
“Saat ini personel yang ikut mengamankan aksi dari Polresta Padang ada 127 personel, terdiri dari polwan 63 orang, dan 64 polki yang melakukan pengamanan dengan negosiasi yang dilakukan oleh Polwan,” ujarnya. (r/heu)