BERITA UTAMA

Update Perkembangan Sementara Dampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, 228 Meninggal Dunia, 98 Hilang, Ribuan Rumah dan Ratusan Fasilitas Publik Terdampak

0
×

Update Perkembangan Sementara Dampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, 228 Meninggal Dunia, 98 Hilang, Ribuan Rumah dan Ratusan Fasilitas Publik Terdampak

Sebarkan artikel ini
Arry Yuswandi Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar

PADANG, METROPemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sum­bar) melalui Posko Ter­padu Kebencanaan kem­bali merilis data per­kem­bangan sementara dam­pak bencana hidrometeorologi yang terjadi di sejumlah wilayah Sumbar sejak (25/11) lalu. Data per Minggu, 7 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, mencatat sebaran dampak yang sangat luas, baik pada ma­sya­rakat maupun infrastruktur vital.

Sekretaris Daerah Pro­vinsi Sumbar, Arry Yus­wandi menyampaikan bahwa hingga Minggu (7/12), tercatat 16 kabupaten/kota dan 50 kecamatan terdampak bencana.

“Data yang dihimpun berasal dari laporan resmi kabupaten/kota dan telah diverifikasi oleh instansi terkait. Dengan demikian tingkat akurasinya dapat dipertanggungjawabkan. Ini adalah gambaran situasi terkini yang akan terus kita perbarui setiap hari,” ujar Arry Yuswandi di Pa­dang, Minggu (7/12).

Jumlah masyarakat terdampak hampir seperempat juta orang, yakni 247.­402 jiwa. Dengan rincian keterangan, meninggal dunia: 228 orang, hilang: 98 orang, luka-luka: 112 orang, mengungsi: 20.604 orang, dan total masyarakat terdampak: 247.402 jiwa

Arry mengungkapkan keprihatinan mendalam atas tingginya jumlah korban, terutama di wilayah yang mengalami longsor dan banjir bandang.

“Setiap korban adalah kehilangan besar bagi keluarga dan bagi kita semua. Kami memohon doa untuk para korban dan memohon kekuatan dari Allah SWT agar masyarakat Sumbar diberikan ketabahan dan semangat untuk kembali bangkit,” ucapnya.

Tidak hanya itu, sambung Arry, bencana turut mengakibatkan kerusakan signifikan pada ribuan rumah masyarakat dan ratusan fasilitas publik. Dengan rincian, rumah rusak ringan: 3.831 unit, rusak sedang: 1.032 unit, rumah rusak berat: 1.572 unit, rumah terendam banjir: 35.213 unit, rumah hanyut/hilang: 735 unit

Sedangkan Dampak pada Pelayanan Dasar, dilaporkan sebanyak, rumah ibadah terdampak: 148 unit, fasilitas kesehatan: 66 unit, kantor pemerintahan: 28 unit, sekolah: 338 unit.

Arry menegaskan selain pembukaan kembali akses jalan, pemulihan layanan pendidikan, kesehatan, dan keagamaan yang terganggu juga menjadi prioritas percepatan penanganan oleh pemerintah.

Sektor ekonomi pro­duk­tif masyarakat juga mengalami kerusakan luas, terutama pada lahan pertanian, perkebunan, dan perikanan. Kemudian, sejumlah ruas jalan dan jembatan juga mengalami kerusakan, sehingga akses menuju lokasi terdampak menjadi terkendala dan memengaruhi distribusi bantuan dan mobilitas warga di sejumlah daerah.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut, sa­wah terdampak: 6.749 hektare, lahan terdampak: 6.713 hektare, kebun terdampak: 1.031 hektare, kolam ikan terdampak: 10.486 unit.

Kerusakan Sarana dan Prasarana Vital, ruas jalan terdampak: 172 ruas, jembatan terdampak: 46 unit

Ia menyebut, perkiraan total kerugian masih dalam perhitungan. Hingga saat ini tim masih bekerja untuk pendataan di lapangan.

“Perkiraan kerugian masih dalam perhitungan. Angka ini masih bersifat sementara karena kita ma­sih terus melakukan verifikasi lapangan. Yang lebih penting saat ini adalah memastikan seluruh masyarakat terdampak mendapatkan layanan, per­lin­dungan, dan bantuan yang tepat serta cepat,” ujar Sekdaprov Sumbar.

Arry menutup penjelasannya dengan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam penanganan darurat dan pemulihan jangka menengah. Sembari memastikan komunikasi dengan Pemerintah Pusat tetap lancar agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana bisa berjalan cepat dan lancar.

“Sumatera Barat adalah daerah yang tangguh. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan doa, kita akan mampu melewati ujian ini. Pemerintah Pusat juga sudah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh baik dalam penanganan darurat, maupun saat rehap rekon nantinya,” pungkasnya. (fan)