SOLOK, METRO–Aplikasi Sistem Informasi Protokoler, Agenda, Dokumentasi dan Pemberitaan (Sipadan), menjadi langkah strategis menuju transformasi digital dalam tata kelola keprotokolan, dokumentasi, publikasi kegiatan pemerintah. Selain itu dengan aplikasi ini juga sangat membantu dalam penyajian informasi yang lebih cepat, akurat, dan terpadu kepada masyarakat.
Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengatakan aplikasi Sipadan ini merupakan aplikasi yang berfungsi untuk mengelola agenda dan kegiatan pimpinan daerah. Aplikasi ini diinisiasi oleh Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokomp) Setda, Kurniati, S.Si, M.Si.
Menurutnya aplikasi ini merupakan inovasi yang nantinya akan memudahkan masyarakat dan instansi, untuk mengajukan permohonan kehadiran dan pembukaan acara oleh pimpinan daerah.
“Selain itu masyarakat juga dapat melihat agenda kegiatan pimpinan daerah serta hasil yang dicapai dari kegiatan tersebut,” ujar Jon Firman Pandu.
Selain itu kata Jon Firman Pandu, penerapan aplikasi Sipadan oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda ini, merupakan wujud nyata implementasi Misi pertama pemerintahan Jon Firman Pandu dan H. Candra. Yakni mewujudkan smart government dan beritegritas dalam melayani.
Seperti diketahui misi ini bertujuan untuk menciptakan tatakelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel.
“Aplikasi Sipadan sendiri hadir sebagai platform digital terintegrasi dengan empat layanan utama, yakni Protokoler dimana penjadwalan kegiatan pejabat, kebutuhan acara, dan koordinasi keprotokolan dapat dilihat,” tuturnya.
Kemudian terkait agenda, di sini ada pengelolaan jadwal kegiatan pemerintahan secara real time. Kemudian dokumentasi, pengarsipan foto, video, dan dokumen kegiatan untuk kebutuhan internal maupun pelayanan publik.
Dalam aplikasi ini juga ada pemberitaan berupa produksi dan publikasi berita kegiatan pemerintah daerah secara terstandar dan terstruktur.
“Inovasi ini disambut baik oleh Jon Firman Pandu. Aplikasi ini dinilai langkah penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik, serta meningkatkan profesionalitas layanan kehumasan pemerintah daerah,” jelasnya.
Jon Firman Pandu menyebut bahwa perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah daerah untuk beradaptasi, bergerak lebih cepat, dan membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat.
Dia juga menambahkan bahwa di tengah kondisi saat ini, pemerintah daerah harus bekerja optimal, hadir di tengah masyarakat, dan memberikan informasi yang akurat serta mudah diakses. SIPADAN dinilai akan menjadi instrumen penting dalam mendukung hal tersebut.
Sementara itu Sekda, Medison menambahkan bahwa, Aplikasi Sipadan akan meningkatkan sinergi antar perangkat daerah serta meminimalisir duplikasi pekerjaan. Ia berharap sistem ini dapat menjadi pusat data informasi kegiatan pemerintah daerah yang mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. (vko)






