BERITA UTAMA

RSUP Dr. M. Djamil Terobos Medan Berat Salareh Aia, Layanan Medis Jangkau Korban Bencana

0
×

RSUP Dr. M. Djamil Terobos Medan Berat Salareh Aia, Layanan Medis Jangkau Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
AKSI KEMANUSIAAN— RSUP Dr. M. Djamil menunjukkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap korban terdampak bencana di Kabupaten Agam dengan aksi kemanusiaan ke dua wilayah terdampak.

AGAM, METRO –RSUP Dr. M. Djamil me­nunjukkan wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap korban terdampak bencana di Kabupaten Agam dengan aksi kemanusiaan ke dua wilayah terdampak. Dimulai sejak Sabtu (6/12), pe­layanan kesehatan ini difokuskan di Nagari Salareh Air Timur dan Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Pa­lem­bayan, daerah yang terdampak parah dan sulit dijangkau.

Tim kesehatan yang diberangkatkan oleh RSUP Dr. M. Djamil terdiri dari 14 tenaga kesehatan. Mereka meliputi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spe­sialis anak, dokter spesialis kulit, perawat, dan tim farmasi. Seluruh personel ini bergerak cepat untuk menjangkau lokasi-lokasi pelayanan.

Pada hari pertama, tim ini fokus memberikan la­yanan di beberapa titik, termasuk Puskesmas Koto Alam, Jorong Kayu Pasak dan Jorong Subarang Aia Nagari Salareh Air Timur, dan Jorong Tantaman di Nagari Tigo Koto Silungkang.

Dedikasi tinggi para tenaga kesehatan ini terbukti dari upaya mereka menaklukkan medan yang menantang. Jauhnya jarak dan kondisi jalan pasca-bencana mengharuskan tim menggunakan ber­ba­gai jenis kendaraan, mulai dari kendaraan roda dua, roda empat, hingga mobil ambulans RSUP Dr. M. Djamil.

Upaya ini menunjukkan dedikasi tinggi para tenaga kesehatan dalam memastikan bantuan medis sampai ke tangan masya­rakat yang membutuhkan.

Kehadiran tim kesehatan RSUP Dr. M. Djamil di­sambut dengan antusiasme oleh para korban terdampak. Mereka berbondong-bondong datang untuk memeriksakan kondisi kesehatan yang mungkin terabaikan di tengah suasana pasca-bencana.

Dari hasil pemeriksaan klinis yang dilakukan tim dokter, terungkap mayoritas korban terdampak men­derita sejumlah keluhan kesehatan umum yang terjadi pasca bencana. Penyakit yang paling banyak dijumpai dan langsung ditangani mencakup hipertensi yang dipicu oleh stres akut dan ketidakstabilan emosi, dispepsia atau gangguan pencernaan yang seringkali disebabkan oleh perubahan pola makan dan sanitasi.

Kemudian keluhan kulit akibat paparan air kotor dan lingkungan yang lembap, luka-luka serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) disebabkan oleh perubahan cuaca dan kondisi lingkungan yang kurang higienis. Setelah pemeriksaan menyeluruh, para korban langsung menda­patkan penanganan medis dan diberikan obat-obatan yang sesuai dengan diagnosis masing-masing, memastikan keluhan mereka tertangani dengan baik.

Direktur Medik dan Ke­perawatan yang juga Komandan Bencana RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Bestari Jaka Budiman, Sp.THT-KL (K) menegaskan pelayanan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial rumah sakit kepada masya­rakat yang tertimpa mu­sibah.

“Sebagai institusi la­yanan kesehatan rujukan, kami merasa terpanggil untuk memberikan bantuan langsung kepada ma­sya­rakat, terutama di daerah yang aksesnya sulit. Kami akan secara bergiliran menurunkan tim kesehatan ke Nagari Salareh Air Timur dan Tigo Koto Silungkang, untuk memastikan pelayanan medis berkelanjutan,” ujarnya di­dampingi Ketua K3RS yang juga Ketua Bencana Katherina Welong, SKM, MARS.

Komitmen ini tidak ha­nya sehari, melainkan akan berlangsung beberapa hari ke depan. “Pergantian tim secara berkala diharapkan dapat menjaga kualitas pelayanan dan memastikan seluruh korban terdampak mendapatkan perhatian medis yang optimal,” ucap Bestari.

Inisiatif dari RSUP Dr. M. Djamil ini juga menda­pat apresiasi dari Pemkab Agam. Kepala Dinas Kesehatan Agam, dr. Hendri Rusdian M.Kes, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan dan duku­ngan yang diberikan. “Kami berterima kasih kepada RSUP Dr. M. Djamil yang telah mengerahkan tim spesialis dan perawatnya ke wilayah kami yang terdampak parah. Bantuan ini meringankan beban ma­syarakat dan Dinas Kesehatan Agam dalam fase pemulihan pasca-bencana,” tutur dr. Hendri. (rom)