PADANG, METRO—Telkom Indonesia melalui Telkom Witel Sumbar Jambi menunjukkan kepedulian mendalam terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang yang meluluhlantakkan berbagai wilayah di Sumatera Barat pada akhir November lalu.
Dalam upaya membantu pemulihan kondisi masyarakat, Telkom menyalurkan bantuan Telkom Peduli Bencana ke sejumlah posko pengungsian, dengan menyasar wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan paling parah dan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Bantuan didistribusikan ke empat titik utama, yakni Posko Perum Cahaya Sungai Duo di Kota Padang, Posko Nagari Sinuruik di Kabupaten Pasaman Barat serta Posko Nagari Palembayan dan Posko Nagari Matur di Kabupaten Agam.
“Setiap lokasi dipilih berdasarkan tingkat dampak bencana serta tingginya jumlah warga yang membutuhkan dukungan logistik. Proses penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan Telkom Witel Sumbar Jambi di masing-masing wilayah,” ungkap General Manager (GM) Telkom Witel Sumbar Jambi Muhammad Ihsan yang menyerahkan langsung bantuan di Posko Perum Cahaya Sungai Duo di Kota Padang.
Sementara di Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Agam diserahkan langsung oleh perwakilan Telkom di wilayah masing-masing diantaranya Head of Telkom Daerah (HOTD) Pasaman Haryanda Eka Putra di Pasaman Barat dan Head of Telkom Daerah (HOTD) Bukittinggi Arfan Suatan di Kabupaten Agam.
Kata Muhammad Ihsan, bantuan yang diberikan berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar bagi pengungsi, mencakup beras, mie instan, telur, sarden, minyak goreng serta berbagai kebutuhan pokok lain yang paling dibutuhkan warga untuk bertahan di masa tanggap darurat.
“Bantuan ini akan diberikan kepada puluhan hingga ratusan kepala keluarga (KK) di masing-masing posko. Di Kota Padang, bantuan diperuntukkan bagi 98 KK, sementara 330 KK di Kabupaten Pasaman Barat turut menerima dukungan serupa. Untuk wilayah Kabupaten Agam, bantuan akan disalurkan kepada ratusan KK yang hingga kini masih berada di posko Nagari Palembayan dan Nagari Matur,” tuturnya.
Lebih dari sekadar bantuan logistik, Telkom juga memastikan masyarakat tetap dapat terhubung di tengah situasi darurat. Untuk itu, Telkom menyediakan akses Wifi gratis di sejumlah lokasi yaitu kantor Witel Sumbar Jambi di Padang, di Sentral Telepon Otomat (STO) yang berdekatan dengan lokasi terdampak, seperti STO Talu dan STO Maninjau.
“Di STO Talu dan Maninjau sendiri layanan internet gratis diperkirakan diakses oleh 200 hingga 300 pengguna setiap harinya. Selain untuk mengakses internet lokasi ini juga didatangi masyarakat untuk mengcharge baterai HP dan senter alat penerangan pasca putus nya aliran listrik PLN saat kejadian bencana banjir,” urainya.
Seiring dengan penyerahan bantuan, sebutnya, Telkom juga bergerak secara internal untuk melakukan percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi. Bencana banjir bandang sempat memutus sejumlah infrastruktur telekomunikasi yang menjadi penopang layanan komunikasi di wilayah Sumatera Barat.
Diketahui, bencana banjir bandang kali ini membawa dampak yang sangat besar. Selain merusak ribuan rumah dan infrastruktur publik, termasuk jalan lintas Sumatera yang menjadi jalur utama penghubung antar wilayah, bencana ini juga merenggut 165 korban jiwa dan menyebabkan gelombang pengungsian yang sangat besar. Hingga 3 Desember 2025, tercatat lebih dari 106.200 warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan bertahan di berbagai posko pengungsian.
GM Telkom Witel Sumbar Jambi Muhammad Ihsan menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Sumatera Barat. Ia mengatakan bahwa Telkom hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga mempunyai andil kepedulian yang bermanfaat bagi masyarakat yang merasakan dampak bencana.
Melalui berbagai inisiatif mulai dari penyaluran bantuan kebutuhan pokok, penyediaan akses internet gratis hingga percepatan pemulihan infrastruktur komunikasi, Telkom menegaskan kembali perannya sebagai perusahaan yang tidak hanya fokus pada layanan digital, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial.
“Telkom Group berkomitmen untuk melakukan pemulihan konektifitas secara cepat, aman dan terkoordinasi termasuk dengan berbagai pihak guna kelancaran pemulihan layanan telekomunikasi di wilayah terdampak khususnya di wilayah Sumatera Barat,” tegas Muhammad Ihsan setutu. (ped)






